GuidePedia


Nomor             : 0181/K/DPP-AWDI/XII/2011
Lamp               : 1 (satu) bundel berkas
Perihal : 
1.  Audiensi
     2.  Tanggapan atas Tindakan Kepala Desa diwilayah Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang yang sering menyalagunakan Kekuasaannya.

Kepada Yth,
Gubernur Banten
Ibu Hj. Ratu Atut Chosiyah
  di –
     Banten

Dengan Hormat,
Didasari :
1.    UU No. 40 tahun 1999 tentang  PERS
2.    Keberadaan Organisasi Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia telah terdaftar di DEPDAGRI tahun 2000, dengan Nomor register 73/DI-2000 tanggal 17 Maret 2000 dan telah di inventerisasi No. 103 D.I/ VI/2002 tgl 5 Juni 2004.
3.    Penguatan Dewan Pers dan Organisasi Profesi di Hotel Haris pada Tanggal 14 Maret 2006 (terlampir).

Sehubungan dengan hasil investigasi anggota kami diwilayah Kabupaten Tangerang dan ditemukan adanya suatu Tindakan penyalah gunaan kekuasaan yang dilakukan Kepala Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang, Banten yang Ibu pimpin.
Dimana penyalagunaan kekuasaan yang dilakukan Kepala Desa Belimbing, Kosambi  sangat meresahkan masyarakat, salah satu contohnya untuk membuat Akte Jual Beli Tanah Milik Masyarakat dikenakan biaya yang sangat berat sehingga masyarakat tidak dapat menikmati hasil jual beli seutuhnya. 

Salah satu contoh pemilik tanah yang merasa diresahkan oleh Kepala Desa Belimbing, Tangerang adalah Keluarga ahli Waris Alm. H. Asmar bin H. Iyang alias H. Amang :
Bahwa Ahli Waris Alm. H. Asmar alias H. Amang adalah Pemilik sah atas Tanah Milik Adat di Kampung Salembaran Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang, Banten dengan Alas Hak Tanah Adat Girik No. 918 atas nama H. Asmar dan hal tersebut telah dicek di Letter C Desa Belimbing, Kosambi dan dikuatkan dengan Surat Keterangan Riwayat Tanah Nomor : 593/ /5/ Ds.Blb/VIII/2011 tanggal  Agustus 2011 yang ditandatangani oleh Kepala Desa Belimbing H. MASKOTA. HJS dan Surat Pernyataan Tidak Sengketa Nomor : 593/ 16/Ds.Blb/V/2011 tertanggal 16 Agustus 2011 yang diketahui dan ditanda tangani oleh Kepala Desa Belimbing H. MASKOTA. HJS. 

Bahwa berdasarkan kepemilikan yang sah atas tanah tersebut, seluruh Ahli Waris H. Asmar Bin H. Iyang alias H. Amang berniat menjual sebagian tanah miliknya seluas 4878 m2 kepada Bapak Suhaimi Limsa, dan sebelum terjadi transaksi Kuasa Ahli Waris Alm. H. Asmar bin H. Iyang telah menemui kepala Desa Belimbing dan Kepala Desa Belimbing  menetapkan biaya untuk Desa 7% dari Transaksi Jual-Beli dan meminta kepada Ahli Waris Alm. H. Asmar Bin H. Iyang sebesar  Rp.50.000,-/meter (lima puluh ribu rupiah permeter), jika dihitung nilai rupiahnya sebesar 4878m2 X Rp.50.000,- = Rp. 243.900.000,- (dua ratus empat puluh tiga juta Sembilan ratus rupiah), dan apabila uang sebesar Rp.50.000,-/meter tidak dipenuhi maka Kepala Desa tidak mau menanda tangani transaksi jual beli.
Dan Kepala Desa Belimbing telah meminta uang sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk biaya pembuatan surat keterangan Riwayat Tanah dan keterangan Tidak Sengketa  dan Pembeli (yang biayanya dibebankan kepada Ahli waris Alm. H. asmar bin H. Iyang) hanya menyanggupi sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan telah diberikan kepada Kepala Desa Belimbing.

Bahwa Pembeli dan penjual yang tidak setuju dengan perilaku Kepala Desa Belimbing tersebut yang sebelumnya telah menetapkan biaya Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah) untuk mengeluarkan surat keterangan Riwayat Tanah dan keterangan Tidak Sengketa , memutuskan membuat Akta di hadapan IDA ROSYIDA, SH., M.Kn Notaris Tangerang tertanggal 23 September 2011.

Atas tanah milik yang telah dibeli dari Ahli Wars Alm. H. Asmar alias H. Amang, Pembeli (Suhaimi Limsa) membuat patok-patok pembatas tanah, dan patok-patok tersebut dicabut dan dirusak oleh oknum-oknum yang mengaku-ngaku ahli waris.

Bahwa Kepala Desa Belimbing sering kali mengeluarkan pernyataan yang memperkeruh masalah karena menyatakan bahwa antara Ahli Waris isteri tua dengan ahli Waris Isteri mudah alm. H. Asmar bin H. Iyang yang sedang ribut dan pada kenyataannya antara isteri muda dan isteri tua tidak ada yang bertengkar.
Dan sejak Akte ditandatangani di Notaris dan kepemilikan tanah berpindah kepada Pembeli, telah terjadi pengerusakan patok-patok batas tanah sampai 3X yang akhirnya pemilik tanah yang baru Suhaimi Limsa melaporkan kejadian tersebut Ke kepolisian Polsek Teluk Naga, Tangerang dengan surat tanda penerimaan laporan/Pengaduan Nomor :4889 /K/XII/2011/Sek.Tlga tanggal 08 Desember 2011.

Bahwa setelah anggota kami mengkonfirmasi kepada salah satu ahli waris Alm. Asmar Bin H. Iyang yang berinisial “SY” yang merupakan salah seorang ahli waris mutlak atas harta peningalan H.Asmar (Almarhum) bahwa para pihak yang mengaku-ngaku ahli waris bukanlah ahli waris H. Asmar orang tua mereka almarhum, namun tindakan yang mereka lakukan semata-mata keinginan mendapat bagian dari hasil penjualan tanah yang diperoleh ahli waris dari Bapak Suhemi limsa selaku pembeli. Keterangan ahli waris tersebut dikuatkan oleh Surat Keterangan Waris yang dibuat dan dikeluarkan oleh Desa Kampung Melayu Barat Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang tanggal 4 September 2011 Nomor: 593.4/53 Ds.KMB/IX/2011 yang diketahui Camat Teluk Naga MULYADI, S.Sos, MSi. bahwa hubungan antara Ahli Waris dengan orang-orang yang melakukan  pengrusakan patok-patok batas tanah tidak ada sama sekali.

Bahwa sangat memperihatinkan sekali, disaat-saat pemerintah ingin menciptakan pemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih, terdapat Oknum Kepala Desa di Tangerang yang menyalah gunakan jabatannya untuk menekan masyarakat dan melupakan tugas dan kewajiban sebagai pelayan masyarakat.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka Kami Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia meminta waktu kepada Ibu Hj. Ratu Atut Chosiyah selaku Gubernur Banten sekaligus sebagai atasan dari Kepala desa Belimbing, Tangerang untuk beraudiensi sekaligus meminta tanggapan atas Tindakan Kepala Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang yang sering menyalagunakan Kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan sangat meresahkan masyarakat.

Demikian surat ini kami sampaikan, atas kerjasama yang baik kami haturkan terima kasih.

Jakarta, .... Desember  2011
Hormat Kami,
DEWAN PIMPINAN PUSAT
ASOSIASI WARTAWAN DEMOKRASI INDONESIA
(DPP-AWDI)


TTD

OK SYAHYAN
KETUA UMUM


Tembusan : Kepada yth,
1. Menteri Dalam Negeri RI
2. Kepala Kejaksaan Agung RI
3. KAPOLRI
4. Bupati Tangerang  
5. Kajari Kab. Tangerang
6. Kapolres Tangerang
7. Camat Kosambi, Tangerang
8. Kapolsek Teluk Naga, Tangerang.
 
Top