GuidePedia


Kab. Semarang, Global Post 
Upaya pembayaran ganti rugi banjir lumpur yang menimpa pemukiman warga lingkungan Sikebrok kelurahan Beji, kecamatan Ungaran Timur Kab Semarang yang disebabkan karena bobolnya tanggul sungai akibat penyempitan aliran sungai gunung Margi oleh pembangunan jalan tol Semarang-Solo ruas Beji, pihak PT.Waskita Karya melakukan sweeping ke rumah warga untuk pendataan atas sejumlah kerusakan perabot rumah tangga, barang elektronik, pakaian, dokumen, tanaman dan rumah milik warga.
Petugas Keamanan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) PT.Waskita Karya Hada Suryana mengatakan pendataan yang dilakukan merupakan tindaklanjut atas protes warga lingkungan Sikebrok yang rumahnya diterjang banjir lumpur.
“Kemarin warga datang ke kantor untuk metnyampaikan protes tersebut, untuk itu kami melakukan sweeping ke lokasi untuk melihat warga untuk mempersiapkan kompensasi pembayaran atas kerugian warga” jelas Hada.
Menurutnya, setidaknya rumah warga lingkungan Sikebrok milik Rusmianto, Agus Arifin, Wasianto dan SDN 02 Beji yang terkena banjir lumpur serta tanah ladang, sawah, tanaman dan ternak milik warga kami datangi langsung.
Disamping, terkait tuntutan warga lingkungan Sikebrok tentang penanggulangan banjir di wilayahnya, pihaknya akan melakukan rekayasa tehnis dengan membuat saluran baru gunung Margi yang akan dibelokkan kea rah samping jalan tersebut.
“Aliran sungai gunung Margi terputus oleh pembangunan jalan tersebut, maka perlu ada rekayasa tehnis untuk membuat aliran baru agar air tidak melimpah ke pemukiman warga” katanya.
Sementara Rusmianto (43) warga yang rumahnya menjadi korban banjir lumpur mengharapkan realisasi kompensasi ganti rugi tidak memberatkan warga.”Umumnya kerugian warga seperti TV, Kulkas, pakaian, dokumen serta ternak ayam dan kelinci sekitar 20 ekor”ungkapnya.’
Terpisah, ny Arumin (52) warga Sikebrok menolak pemberian ganti rugi yang diberikan PT.Waskita karena yang diterima tidak senilai dengan kerugian yang dideritanya, sementara empat warga lainnya telah menerima ganti rugi mereka adalah Rusmianto, Agus Arifin, Samsul Hadi, Dai Safari tanpa menjelaskan nomimalnya kepada wartawan.
“Yang pasti sekarang persoalannya sudah selesai, warga diundang ke kantor PT.Waskita hanya untuk menandatangani penyerahan bantuan ganti rugi, namun kami tidak besarnya bantuan tidak bisa kami sebutkan” kata Pujiningsih.
Menurut istri Rusmianto, yang belum menerima ganti rugi yaitu pak Sartolani pemilik sawah dan bu Arumini yang sengaja menolak bantuan dari PT.Waskita karena tidak sebanding dengan kerugian yang diderita akibat banjir lumpur akibat pembangunan jala tol tersebut. “Jumlah kerugian yang saya tanggung sekitar Rp.3 juta, tapi ganti rugi yang diberikan hanya Rp.1 juta. Lebih baik saya tolak, biar uang itu dibagikan kepada petugas di kantor PT.Waskita saja” ungkapnya kesal.
Menurutnya, kerugian sekitar Rp.3 juta meliputi dagangan pakaian Rp.2 juta ditambah peralatan rumah tangga dan sekolah yang ikut rusak”tambahnya.
Pujiningsih menambahkan dalam pertemuan di kantor PT.Waskita, pihaknya meminta perbaikan gorong-gorong dan aliran sungai gunung Margi agar tidak terjadi lagi banjir lumpur. “Yang pasti warga lingkungan Sikebrok masih merasa was-was terjadi banjir lumpur susulan selama belum ada perbaikan yang kami tuntut meskipun kami menerima ganti rugi”. Harapnya. (Rz)


 
Top