GuidePedia


Kolaka, Global Post 
Perusahaan Daerah Kolaka (Perusda) selaku pemegang IUP, memberhentikan PT Tianjin  Haotong Company melakukan aktifitas penembangan ore di wilayah IUP Perusda yang seluas 37 Ha, selama Mr Tee  belum melengkapi keabsahan selaku WNA. Sebagaimana   pernah dilansir Global Post, PT Tianjin Haotong Company  milik Mr Tee alias Di Faqi, yang berasal dari Negara Cina, dikasuskan oleh pihak Imigrasi Sulawsi Tenggara, karena telah melakukan penambangan ore nikel di area IUP Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PERUSDA) Kab. Kolaka/Sulawesi Tenggara, sesuai kontrak kerja sama antar Perusda dengan PT. Tianjin. Namun,  Mr Tee selaku pemilik PT  Tianjin tidak memiliki keapsahan dokumen selaku Warga Negara Asing (WNA), sehingga menurut Imigrasi Sultra, keberadaan  Mr Tee  di Indonesia adalah ilegal.
 Kepala Bagian Kehumasan Perusda Kolaka, Haning Abdullah membenarkan pemberhentian itu. Dia menjelaskan, pemberhentian dilakukan berdasarkan surat Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Kendari No: W25.FA-GR.02.01-146, tertanggal 20 Desember 2011, perihal keberadaan sorang WNA asal Cina.

“Maka, kami memberhentikan sementara  PT. Tianjin Haotong Company untuk melakukan aktifitas penambangan, sambil menunggu Mr Tee melengkapi semua persyartannya. Kami masih beri kelonggaran untuk Holing, tapi tidak bisa melakukan eksport keluar Negara,” katanya.

Haning Abdullah menjelaskan, apabila Mr Tee atau Andry selaku yang dikuasakan tidak melengkapi persyaratan tersebut, maka ore yang telah ditambang PT Tianjin selama ini, ore tersebut akan dikembalikan pihak Perusda Kolaka ke negara untuk dilelang. “Biarkan proses hukum yang berjalan,” katanya.

Sementara itu Rahmat dari pihak imigrasi yang dihubung via telepon,ke pada Global Post, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memproses kasus itu secara hukum. “Kami tetap kejar Mr Tee  dan menangkapnya. Karena pihak Perusda Kolaka selama ini bekerja sama dengan Mr Tee, kami juga tetap akan memeriksa pihak perusda, karena diduga menaungi WNA ilegal,” katanya. (Kyl)
 
Top