GuidePedia


Ciamis, Global Post 
Nama Koslan sangat tenar bagi Komandan Upacara di lingkungan Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Ciamis, Jawa Barat. Sebab, dia merupakan pemuda yang sangat aktif di OKP itu sejak mulai terbentuk organisasi hinga sekarang. ”Kuring mah jadi AMS teh bukan kemaren sore, tapi sejak terbentuknya organisasi AMS ini sampai sekarang,” kata Koslan mantap. Mungkin hingga akhir hayat, kata dia, dirinya dengan AMS akan terus mendarah daging. “Banyak saudara, kemanapun pergi pasti kenal saya. Jika tak mengenal saya, berarti dia orang baru atau pendatang,” katanya lagi.
Menyinggung soal Pemilihan Gubernur Jabar dan calon Bupati Ciamis 2014 mendatang, Koslan mengatakan bahwa AMS ulah erek milih anu hayang jadi gubernur dan bupati. “Tapi milih mah calon pemimpin yang sudah jelas kinerjanya, menyayangi rakyat dan mampu mengelola pembangunan, ulah milih calon koruptor yang bakal menghianati rakyat dan menyengsarakan rakyat,” tegasnya.
Dia mengingatkan agar AMS jangan latah,  tapi harus punya sikap. ”Ibu Hj Tri Astuti E Komara, jauh sekali dengan Ibu Yanceu. Dia asli dari Indramayu, dan dekat dengan rakyat. Pantas jadi pilihan rakyat juga,” tandasnya.

Sementara salah seorang pemerhati sosial di Ciamis, menyebutkan bahwa selama menjabat bupati dua periode, tidak ada hasilnya yang membanggakan rakyat Ciamis. “Yang ada jalan-PUK dan desa pada rusak berat. Ini berarti menunjukan ketidakmampuan dari seorang pemimpin. Kenapa masih tetap dipaksakan atau memaksakan kehendak?” katanya.

Koslan pun menilai di Ciamis masih banyak yang mampu untuk menjadi seorang bupati, baik dalam menata pembangunan ataupun mengelola pemerintahan. “Sayang tidak diberi kesempatan,” ujarnya.
Sedangkan Heri Heriawan, Direktur Bina Galuh Mandiri, mengatakan bahwa warga Tatar Galuh harus tegas bila melihat pemimpin wan prestasi. “Sebaiknya dicabut mandaatnya dan jangan dibiarkan sampai berlarut-larut. Kasihan dong rakyat. Pembangunan terbengkalai, jauh ketinggalan dari daerah lain di Priangan,” katanya. (Asep B)
 
Top