GuidePedia


Jakarta, Global Post
Penyuluhan Narkoba dilaksanakan di wilyah RW 05/I Mangga Besar XIII Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011) malam. Kapolsek Metro Sawah Besar danLurah Mangga Dua Selatan, mengngkap tuntas bahaya narkoba tersebut. Dalam penyuluhan narkoba yang dihadiri Armin Ramdon selaku Ketua RW 05/I, dan Karang Taruna KPPM (Kelompok Perduli Pemberdayaan Masarakat) RW 05/I Kelurahan Mangga Dua Selatan itu,  Kapolsek Metro Sawah Besar, Kompol JR Sitinjak SH MH memulai penyluhan dengan menerangkan pengertian dan jenis-jenis narkoba.
Selanjutnya, Kapolsek Metro Sawah Besar itu menjelaskan dampak dari narkoba. “Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan bahan jenis lainnya. Jenis narkotika adalah heroin,  ganja, dan minuman berakohol yang mengandung etanol,” ujar Kapolsek.

Heroin dikenal degan istilah putaw atau PTW merupakan  jenis narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan, merupakan serbuk putih dan coklat dan rasanya pahit, dengan cara penggunaan disuntikan atau dimakan.

“Efek dari pemakai heroin menimbulkan rasa lesu, dungu, jalan mengambang serta senang yang berlebihan, dapat menimbulkan kematian bila over dosis,” ujar Kompol JR Sitinjak SH MH, mengingatkan.
Sedangkan ganja dikenal dengan istilah mariyuana, hashish, gelek, stick, cimeng atau grass. Ganja yang berbentuk daun kering atau cairan yang lengket minyak damar ‘ganja’, dapat menimbulkan ketergantungan psikis dan kecanduan dalam waktu lama.

Efeknya, kata Kapolsek itu, menurunkan ketergantungan monorik, peningkatan denyut jantung, rasa gelisah dan panik, perubahan perpesi tentang ruang dan waktu, depresi, halusinasi, rasaketakutan dan agresi, dan rasa senag yang berlebihan.

Sementara ecstasy dikenal dengan nama inek, XTC, huge drig, yupi drug, darity, buterrply,  black heart dan ice. Bentuknya berupa tablet dan kapsul berwarna-warni dan penggunaannya ditelan secara langsung, mendorong tubuh melakukan aktivitas melampui batas maksimum. 

“Efek dari pemakai ecstasi peningkatan detak jantung dan tekanan darah, hilangnya percaya diri,rasa senang yang berlebihan. Gerakan tak terkontrol, mual muntah rasa haus yang berlebihan dan hilangnya selera makan,” terang Kompol JR Sitinjak SH MH.

Kemudian, lanjut Kapolsek, mengenai memthamphetamine yang dikenal dengan nama shabu atau ubas, berbentuk berupa krsital dan mudah larut dalam akkohol dan air. Penggunaannya dengan cara dihisap dengan batuan alat berbentuk “bong”.
“Efek dari shabu adalah murung, cemas depresi, emosional, perasa, gampang tersingung,mudah marah tampa sebab, pelupa menurunnya daya ingat, susah tidur, selera makan berkurang rasa ketakutan yang mendalam dalam istilah (paranoid/parno),” katanya.

Kompol J.R Sitinjak menegaskan, akibat penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan penyakit AIDS, Paru-Paru, Jantung, hepatitis, over dosis dan kematian, kriminalitas, kejahatan, kekerasan dan putusnya sekolah serta ganguan jiwa. 

Sementara Dyan Airlangga SAP, Lurah Mangga Dua Selatan menerangkan salah satu kiat agar tidak terjemus dalam narkoba, yakni dengan cara mendapatkan informasi/keterangan yang benar tentang bahaya narkoba dari ahlinya.

Informasinya juga bisa melalui media seperti koran, dan majalah. Begitu juga dari seminar-seminar dan lain-lain, sehingga bisa menolak untuk ditawari narkoba. Selain itu, memiliki cita-cita hidup di masa depan, dan melakukan kegiatan yang positif. “Buat perkerjaan yang berguna untuk orang tua dan lingkungan,” kata Dyan Airlangga SAP menambahkan agar orang tua  juga ikut terlibat dalam kegiatan anak, memberikan contoh dalam kehidupan hari-hari, membuat aturan keluarga yang jelas dan tegas. “Kembangkan aturan tradisi keluarga dan nilai-nilai agama karena peranorang tua adalah pembimbing dan pendidik anak,” katanya.
Dyan juga berharap, 10 sampai 20 tahun ke depan dari lingkungan RW 05 Mangga Besar XIII Mangga Dua Selatan, ada ada yang menjadi Kaposek dan Lurah, bahkan menjadi gubenur. “Tentunya, itu diraih dengan bebas dari narkoba,” ujarnya. (Raymond)
 
Top