GuidePedia


Banyuasin, Global Post 
Semakin sempitnya letak dan luas wilayah desa Upang Cemara Kecamatan Makarti Jaya, membuat sebagian petani gagal panen apabila panen tiba, hal itu di sebabkan banjir air pasang yg berasal aliran Sungai Musi . Sekarang petani sangat berharap kepada pemerintah kab. banyuasin. agar dapat membantu kebutuhan pertanian berharap tanggul penahan banjir yang kebetulan berada di lahan hutan lindung. 
Warga beserta pemerintah Desa Upang Cemara Kecamatan Makarti Jaya memohon agar kawasan di perkecil seluas  200 s/d 300 meter dari tepi Selat Cemara demi kelestarian lingkungan terhadap erosi dan penanggulangan banjir,mengingat di lahan tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah, masjid dan pemukiman warga sebanyak 100 KK (Kepala Keluarga) dan warga memohon kepada pemerintah kab banyuasin agar mengeluarkan kawasan tersebut dari kawasan hutan lindung guna pemukiman warga dan di jadikan tempat tinggal bagi warga Desa Upang Cemara.

Ketika di wawancarai  kepala Desa Upang Cemara saudara  Suyono menuturkan bahwa di kawasan hutan lindung tersebut sudah di usahakan warga kami sejak th 1964 sampai skrg dan di jadikan lahan persawahan atau lahan tanaman padi sebagai mata pencaharian masyarakat kami, di tambahkan  pula oleh Suyono bahwa desa upang cemara mrpkan salah satu desa pemekaran dr desa sumber mulya, yg sekarang kecamatannya kembali ke Kecamatan Makarti Jaya.

Slh seorang warga menuturkan setiap panen tiba warga sangat kesulitan mengambil hasil bumi di karenakan sering terjadinya banjir air pasang,dan penambahan jumlah penduduk desa upang cemara membuat warga hrs menggunakan hutan lindung sbgai tmpt bermukim dan bertempat tinggal.blm lg di kawasan tsbt tdpt sekolah SD tmpt siswa belajar,dgn penuh harapan kpd pemerintah agar dpt membebaskan areal hutan lindung sbgi tmpt bermukim warga desa upang cemara. (Tri Sutrisno)
 
Top