GuidePedia


Pandeglang, Global Post
Pengadaan  Kendaraan Roda Empat pada tahun 20011 senilai Rp 1,4 miliar   ternyata     menyimpan    bau tak sedap. Hubungan DPRD Kabupaten Pandeglang dengan Pemkab terganggu setelah adanya  pernyataan Kabid Aset pada DPKPA, Iis  bahwa pengadaan  12 mobil merk Avansa untuk DPRD tak jelas payung hukumnya. Tengku selaku   Wakil Ketua DPRD Pandeglang saat ditemui Global Post di ruang kerjanya, dengan tegas mengatakan bahwa pengadaan 12 unit mobil merk Avansa yang dipakai oleh para  ketua fraksi bukan keinginan para wakil rakyat,  bahkan tidak menganggarkan“Sifatnya simpan pinjam. Kalau toh ini jadi permasalahan, kita  akan kembalikan kapan dan hari apa ada surat penarikan dari Pemkab Pandeglang. Kalau kita oke oke saja,” tegasnya.  

 Namun, Parjio Sukarto selaku Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan   Daerah dan Aset, mengatakan  bahwa yang mengalokasikan anggaran  pembelian 12 unit  mobil bukan dari Pemkab Pandeglang, melainkan permintaan dari dewan. “Tidak mungkin dari Pemkab Pandeglang yang mengalokasikan dalam APBD. Kalau mobil itu ditarik dengan alasan wakil ketua siap mengembalikan kalau ada surat dari pemda, itu tidak mungkin. Kalau ini terjadi, sudah pasti dewan akan menyerang pemda. Jangan kan ditarik, waktu dulu aja saat akan mengesahkan anggaran APBD akan ditolak oleh DPRD kalau tidak mengalokasikan anggaran buat pembelian 12 unit mobil avansa,” ungkapnya.

Hanya saja, Parjio juga sangat menyayangkan pernyataan bawahannya, Kabid Aset Iis. “Jangan bicara seperti itu, memang  seatap dengan saya, tapi kaya bukan pejabat aja. Berikan aja keterangan kalau  ini dialokasikan oleh dewan,” ujarnya. (Ian) 
 
Top