GuidePedia


Kab. Semarang, Global Post 
Sesuai data hasil analisa dan evaluasi Polres Semarang, terhitung sejak Januari hingga November 2011 laporan kasus curat mencapai 85 kasus, sementara yang terungkap baru sekitar 35 kasus. Sisanya kasus masih menjadi PR. Kapolres Semarang AKBP IB Putra Narendra mengatakan kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian sepeda motor (curanmor) serta perampokan di wilayah hukum Polres Semarang menunjukkan grafik yang semakin menaik. Namun angka pengungkapan yang dilakukan jajarannya justru terbalik, satu tahun terakhir cenderung melemah karena tidak sampai 50 persen dari jumlah laporan.

“Kami segera menindaklanjutinya bahkan sudah mengantisipasi dengan melakukan patroli rutin dan melakukan penggalangan masyarakat untuk menekan kasus kejahatan pada tempat-tempat yang ditengarai rawan,” ungkap AKBP IB Putra Narendra dalam rangka menerima press tour Polda Jateng di Banaran Cafee.

Selama tahun 2011, lanjutnya, pihaknya hanya mampu mengungkap 9 kasus dari 26 kasus curanmor yang dilaporkan dan termasuk kejahatan golongan street crime, kasus perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas) hanya terjadi 4 kasus. “Untuk kasus perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas) semuanya berhasil diungkap dan sekarang sudah dalam proses di pengadilan,” katanya.

Data hasil lainnya, menyatakan sejumlah kasus menonjol seperti pencurian dan perampokan biasanya terjadi di perkampungan pinggiran kota mencapai 59 kasus dengan kejadian sekitar jam 24.00 – 06.00.

Menurut AKBP IB Putra Navendra, data dan analisa tersebut dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam mengantisipasi kejahatan.”Upaya ini sudah kami lakukan dengan menambah frekuensi patroli pada jam dan tempat yang rawan, kami juga semakin menggiatkan operasi citra kondisi untuk menekan angka curanmor,” tegasnya. (Rz)
 
Top