GuidePedia


 Subang, Global Post 
Pemerintah Kabupaten Subang melalui Dinas Pekerjaan Umum Cq Bidang Bina Marga adalah Kantor yang diberikan kepercayaan melakukan pengelolaan pembangunan dan mempresentasikan hasil dari suatu ke bijakan yang telah dibuat oleh legeslatif dan eksekutif melalui hasil Musrembang. Pembangunan dimusyawarahkan seterusnya diparipurnakan melalui trik dan strategi dari seluruh anggota dewan dari masing-masing partai politik yang berada di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk menyempurnakan karya mereka, dalam rangka pembangunan daerah.

Pada Tahun 2011 Pemerintah kabupaten Subang telah menggelotorkan anggaran milyaran rupiah untuk kebutuhan infra struktur jalan khususnya dan pembangunan fisik lainnya untuk kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. 

Untuk kebutuhan pra pembangunan di Kabupaten Subang, telah ditunjuk  dinas/instansi terkait , dimana segala aspek kebutuhan infrastruktur dinilai layak untuk diperbaiki atau dibangun jalan baru. Namun, mereka benar-benar tidak berdaya, karena yang lebih dominan adalah trik dan strategi partai politik yang ada di gedung dewan, yang membawa kebutuhan dam kepentingan golongan tertentu.
        
Global Post melihat bahwa hasil pembangunan infrastruktur dari sekian banyak proyek jalan, ada beberapa pembangunan yang sangat tidak memuaskan. Dana pemerintah yang dipungut dari rakyat untuk kebutuhan rakyat, ternyata sangat mengecewakan rakyat.

Banyak jalan yang dihotmix belum habis masa pemeliharaan sudah rusak. Bahkan, ada beberapa rigid yang belum selesai pekerjaannya sampai dengan berita ini diturunkan, di antaranya yang berada di daerah Cikadu Kecamatan Cijambe Subang.
Banyak juga proyek pembangunan jalan baru di pelosok desa yang dihotmix atau rigid yang seharusnya dibangun pada tahun 201, namun belum terealisasi pekerjaannya.

Dipusat kota Subang pembangunan jalan yang dihotmix hingga rigid sudah mencapai tahap penyempunaan. Sebagian sudah terealisasi, namun ada proyek pembangunan dan renovasi trotoar yang masih dalam tahap finising. 

Ada yang sangat tidak dimengerti oleh sebagian masyarakat Kampung Nyimplung dan Perumahan BTN Bumi Kartini. Kenapa Jalan RA Kartini sepanjang kurang lebih 8 Km yang melewati Kelurahan Soklat, Pasirkareumbi,Wanareja, Kecamatan Subang, yang berada di Kota Subang, tidak mendapat anggaran pada tahun 2011?

Padahal, jalan RA Kartini sangat strategis dan merupakan jalan alternatif dari arah Bandung ke Indramayu dan Cirebon. Jalan itu setiap harinya lumayan ramai, terutama pada  jam kerja pegawai pemda, dan para mahasiswa dari arah timur yang akan kuliah di Universitas Subang pasti melewati jalan RA Kartini.
Sangat disayangkan,  nama Pahlawan Wanita Nasional yang dipakai sebagai nama jalan ini selalu jadi ocehan pengguna jalan, karena kondisinya rusak dan belubang seperti kolam. (DMSY/AGST)
 
Top