GuidePedia


Bogor, Global Post 
Pembangunan dinding penahan tebing pada saluran induk Ciliwung Katulampa (Kali Baru) sepanjang kurang lebih 282 meter dengan ketinggian 8 meter, membawa berkah dan manfaat yang sangat besar bagi warga masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya warga yang berdomisili di Jalan Raya Jakarta Bogor KM 55, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor . Bagaimana tidak dengan dibangunnya turap tersebut selain memperlancar gerak laju air sungai, juga menghilangkan rasa was-was masyarakat pinggiran kali akan ternjadinya abrasi, terkikis air banjir luapan Sungai Kali Baru Solusi yang paling pas  agar tanah warga tidak terus mengalami abrasi adalah  pembangunan turap  penahan tebing.
“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah DKI Jakarta yang telah memberikan dana hibah kepada pemerintah kabupaten Bogor , sehingga kami sebagai masyarakat kabupaten bogor yang berdomisili di pinggiran kali Baru ini ikut merasakan manfaat Dana Hibah dari Pemda DKI tersebut,” ujar warga Cijujung RT 02 Iwan kepada Global Post, belum lama ini .
            Menurut Iwan dengan diturapnya kali tersebut warga sekitar tidak khawatir akan terjadi lonsor yang akan mengakibatkan rumah mereka terbawa air sungai. “Ini kalau hujan lebat kami sangat takut kalau hujan terus dalam sepekan  air kali bisa banjir dan sangat menganggu pikiran warga setempat,” ujar Iwan yang diamini oleh beberapa tetangganya .
            
 Ketenangan dan kenyamanan rupanya tidak hanya dirasakan oleh warga yang berada di pinggiran kali baru. Para guru Taman Kanak (TK) Darurahmahpun dan orang tua ikut merasakan akan efek positif dalam pembangunan turap di pingir kali tersebut. Sebab, selama ini pinggiran kali tersebut sering dilewati oleh para anak-anak TK, palagi selama ini jalan di pinggir itu sangat sempit. “Setelah di turap jalan akan semakin terang dan lebar,” ujar seorang guru TK Rina yang diamini para orang tua murid 
.
Proyek pembuatan Dinding Penahan Tebing Saluran Induk Ciliwung Katulampa yang lebih dikenal dengan sebutan  Kali Baru ini  dibangun oleh 4 penyedia jasa, di antaranya PT Pelita Warga Utama (Paket I) panjang 66 meter dengan nilai kontrak Rp 833.690.00,00 masa kerja 75 hari kalender terhitung dari tanggal 11 oktober 2011, CV Risky Adistya (paket II)  nilai kontrak Rp 843.503.000,00 panjang 66 meter, waktu pengerjaan sama dengan SPMK 10 oktober 2011.

Untuk paket III dikerjakan oleh CV Sevindo Prima Makmur, nilai kontrak sebesar Rp 1.028.131.000,00 dengan panjang 75 meter selama 75 hari kerja.sementara pada paket IV dengan masa kerja selama 75 hari kalender dan dimulai pada 13 Oktober 2011. Pembangunannya di laksanakan oleh CV Ramli Brother dengan nilai kontrak sebesar RP 1.035.320.000,00.

Secara keseluruhan pembangunan Dinding Turap Penahan di Kali Baru tersebut menelan dana sekitar RP 3.740.644.000,00 dengan total panjang keseluruhan 282 meter dan ketinggian turap 8 meter. Hal ini sebagai wujud nyata bahwa pemerintah Kabupaten bogor konsekwen  melaksanakan amanat pemerintah DKI bahwa dana hibah tersebut harus digunakan sesuai peruntukannya termasuk salah satu diantaranya pembuatan turap penahan tebing pada sungai .

Pihak pelaksanadi temui di lokasi proyek mengatakan sangat optimis bahwa pekerjaan tersebut akan selesai tepat waktu ,kami bekerja tetaf sesuai waktu yang telah ditentukan dan SPMK. “Tetapi bukan berarti kami  melupakan kualitas pekerjaan ujar,” Latif dari CV Sevindo Prima Makmur kepada Global Post yang di amini oleh  pelaksana lainnya yakni Broto dari CV Ramli Brother dan Yono dari PT Pelita Warga Utama dan Herman.

Pelaksana tersebut mengaku senang dengan keberpihakan masyarakat sekitar ,masyarakat disini sangat mendukung. “Kami bekerja nyaman. Kami yakin kalau masyarakat sekitar akan tetap ikut melestarikan proyek tersebut paling tidak dengan cara ikut serta dalam menjaga kebersihan di sekitar sungai ungkap Broto menambahkan.

Sementara salah seorang pengawas pengairan dari UPT pengairan Wilayah Cibinong saman mengatakan pihaknya berharap dengan sangat terhadap warga desa Cijujung khususnya mereka yang berada di pinggiran sungai tersebut agar selalu ikut menjaga dan memelihara proyek tersebut dengan berbagai cara termasuk membiasakan tidak membuang sampai di kali Baru tersebut ,dengan demikian warga sekitar akan di jauhkan dari bahaya lonsor dan banjir, harap Saman. (Dauri/Sop)
 
Top