GuidePedia



Jakarta, Global Post 
Mabes Polri diminta proaktif mengusut dan menangkap pelaku penembakan terhadap Wartawan Majalah TIRO, Matoji Dian Swarar 25 November 2011 lalu. Penembakan yang dilakukan oleh orang misterius tersebut diduga bermotif pemberitaan Majalah TIRO yang mengulas kasus korupsi besar-besaran yang yang dilakukan oleh Gubernur Banten Ratu Atut Choisiah, bukan bermotif pencurian maupun perampasan sepeda motor seperti yang disimpulkan oleh Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan. “Sebelumnya diungkapkan, kantor Redaksi Majalah TIRO pernah didatangi oleh sekelompok orang tak dikenal. Juga rumah kediaman Pemimpin Redaksi Majalah TIRO, Saparudin Roy,” ujar Kuasa Hukum Majalah TIRO, Indra Cahaya, kepada wartawan di Jakarta, pekan lalu.
Sebelum kasus penembakan tersebut, sering terlihat orang misterius bergerombol di muka kantor Redaksi Majalah TIRO. “Kasus penembakan terhadap klien kami diduga erat kaitannya dengan pemberitaan majalah TIRO di beberapa edisi yang mengulas dugaan korupsi dilingkungan provinsi Banten yang dilakukan oleh Gubernur Atut bersama Keluarga dekatnya,” kata Indra Cahaya
.
Ditambahkan Indra, beberapa waktu sebelum penembakan, pihak Pemerintah Provinsi Banten pernah menyatakan akan melaporkan Majalah Tiro kepada kepolisian terkait pemberitaan-pemberitaan yang mengarah kepada Gubernur Banten Ratu Atut Choisiah dan keluarganya di Majalah TIRO.

Pengacara Farhat Abas SH menyayangkan masih adanya kekerasan yang dilakukan oleh penguasa terhadap wartawan. Dia juga kecewa dengan lambannya penanganan yang dilakukan oleh polisi pada setiap laporan  aksi kekerasan yang dilakukan terhadap kebebasan Pers.

“Saya sangat menyesalkan masih adanya gaya-gaya feodal yang dilakukan oleh sebagian orang dalam menanggapi pemberitaan-pemberitaan Media Massa. Kebebasan Pers tidak bisa dibatasi dengan kekuatan apapun, karena ada undang-undang yang mengatur tentang profesi Jurnalistik” jelas Farhat Abas.

Kejadian berbau intimidasi terhadap profesi jurnalistik ini terjadi pada tanggal 25 November 2011. Ketika sekitar pukul 13.00 WIB Matroji Dian Swara bermaksud meninggalkan kantor Redaksi Majalah TIRO. Keheran telah memenuhi benak Matroji ketika dirinya melihat sekelompok orang nampak berkerumun di depan kantor Redaksi majalah TIRO.
Matroji berniat memberitahu tentang keberadaan orang misterius tersebut kepada staf di kantor redaksi Tiro. Namun tiba-tiba dirinya diikuti oleh beberapa orang dengan sepeda Motor berboncengan.

Menyadari gelagat yang mencurigakan tersebut, Matroji berniat menghentikan sepeda motornya. Salah satu dari pengendara sepeda motortor yang berboncengan itu memukul Matroji, dan disusul pemukulan oleh pembonceng sepeda motor lainnya. 

Ketika Matroji menghentikan sepeda motornya, dari arah depan seorang lelaki menghampiri Matroji seraya mengeluarkan pistol dari balik kemejanya. Pistol diarahkan ke muka Matroji, dan pistol meletus seketika.
“Beruntung lah saya karena peluru yang dimuntahkan pelaku hanya mengenai penutup kaca sepeda motor saya” tutur Matroji. “Pelaku nampak santai memasukkan kembali pistolnya, tanpa nampak tergesa-gesa” imbuh Matroji menceritakan teror yang dialaminya. (Arto)
 
Top