GuidePedia


Garut, Global Post 
 Tugas wartawan untuk mencari atau meliput berita dilindungi oleh UU Pers No 40/1999, dimana seorang wartawan berhak meliput sebuah berita dimanapun lokasi kegiatannya, selama dalam peliputannya memegang teguh prinsip kode etik jurnalistik. Namun, tidak semua lapisan masayarakat memahami hal ini.Salah satu masalah kekurangpahaman atas tugas wartawan menimpa salah seorang seorang wartawan media lokal Garoet Pos, Y. Ketika dia akan meliput sebuah kegiatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA), di Hotel Danau Dariza di Kawasan Cipanas, Senin, (21/11), dilarang oleh sekitar 4 orang petugas keamanan yang berada di pintu masuk.
"Maaf pak, bapak dari mana? Ada maksud dan tujuan apa?." ungkap satpam. Ketika dijawab hendak meliput kegiatan DPPKA, petugas keamanan ini pun menjawab, "Maaf pak, saya ada perintah dari Pak Haidir, Pejabat DPPKA, bahwa wartawan di dalam terlalu banyak, atau kalo bisa bapak simpan dulu ID cardnya di ruang satpam."

Mendapat perlakuan yang kurang simpatik dan prosedur berbelit itu, akhirnya Y memutuskan untuk meninggalkan lokasi, karena menurutnya ketika akan meliput sebuah acara yang sifatnya seremonial apalagi kegiatan rutin sebuah dinas dari Pemkab Garut, tidak perlu seorang wartawan memperlihatkan ID cardnya kepada petugas keamanan.

Ternyata wartawan yang meliput hanya 4 orang, itupun mendapat perlakuan yang sama dari petugas keamanan tersebut. Ketika hendak dikonfirmasi, Rabu, (23/11), Haidir, pejabat DPPKA, tidak berada di kantornya. (Syaiful Noor)
 
Top