GuidePedia


 Secanggang, Global Post
Tukiman, Oknum Kepala Desa Pantai Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat-Sumatera Utara,  diduga melakukan penipuan data sejak awal tahun 2011 untuk penerimaan Raskin. Hal itu terungkap setelah Kepala Dusun IV Pangkal Titi diberhentikan akibat membuka data penipuan tersebut. Diketahui bahwa mark up dilakukan dengan mengubah jumlah dari 130 KK menjadi 170 KK. Jika 40 KK dikalikan jumlah penerimaan beras 6 kg tiap KK, maka terjadi pengelembungan 240 kg per bulan untuk satu dusun. Sementara di desa tersebut ada 10 dusun. Mark up diduga terjadi sejak bulan januari  tahun 2011 sampai dengan sekarang.

Selain itu, kepala desa yang dikenal arogansi itu melakukan penambahan harga raskin di atas penetapan pemerintah dari harga Rp 1600,/kg sampai ke 2500.-/kg, sehingga banyak warga di desa tersebut tak sanggup untuk mengambil jatah berasnya. Akhirnya, raskin-raskin tersebut bisa dijual ke kedai-kedai, dengan alasan untuk biaya orang kerja dan sebagainya.

Abdul Rofa, warga Dusun IV Pantai Gading, dengan geram mengatakan, "memang kades satu ini lain kali, beberapa hal kebijakannya banyak menguntungkan pribadi dan kelompok-kelompoknya. Kepala dusun Iben suprapto pun yang sudah menjabat sejak tahun 2003 dipecat karna tidak sepaham dengan kebijakannya."
Demi penegakkan hukum hendaknya Polres Langkat melakukan pemanggilan dan memeriksa beberapa orang terkait, termasuk dalam hal ini Camat Secanggang  maupun Bupati Langkat, agar jangan terkesan menutup-nutupi aparat desa yang melakukan tindakan merugikan negara.

Warga sendiri mengatakan kepada Global Post bahwa permasalahan itu telah sampai ke Polsek Secanggang, namun tidak ada tindak lanjutnya hal ini sangat disesalkan  warga masyarakat. (Hasbi. H/Msl)
 
Top