GuidePedia


Stabat, Global Post
Kali ini mantan Kepala bagian (kabag) keuangan Pemkab Langkat Surya Djahisa satu lagi masuk dalam daftar pejabat kab. Langkat yang terseret dalam kasus korupsi dan penyalahgunaan uang negara, pasalnya kejaksaan Negri (Stabat) bertekat melanjutkan kasus ini sampai tuntas setelah penetapan status tersangka kepada Sekdakab langkat tersebut.
Kepala seksi Pidana khusus (Pidsus) kejari stabat ,Firmansyah mengatakan kami tinggal satu proses lagi yakni ekspos di kajatisu ,dan kami pun tidak akn SP 3 kan kasus ini ,dengan tegas pernyataan tersebut di sampaikannya di hadapan wartawan media cetak .

Kasi Pidsus bersama kasi Intel kejari ,Zulfahmi usai menerima kelompok elemen unjuk aksi saat peringatan hari anti korupsi ,jum,at kemarin 9/12 ,menerangkan kasus dugaan korupsi penghitungan pajak (PPh 21) melibatkan Surya serta seorang konsultan ,terlebih dahulu di ekspos di kejagung medio maret 2011 lalu.

Dia menerangkan Kejari Stabat di perintahkan malanjutkan atau meneruskan kasus di maksud sebab di nilai memenuhi unsur ,namun ,kejatisu meminta hal serupa sampai akhirnya di putuskan di lakukan ekspos ,selasa besok.Di singgung protap atau hirarki institusi ,mengapa sudah ekspos di kejagung harus di lakukan di kejatisu baik kasi Pidsus maupun kasi intel tidak bersedia berkomentar banyak .Tapi Zulfahmi memaparkan menghadapi alasan - alasan bakalan di lempar kan ke kejatisu ,tapi pada intinya tetap di lanjutkan ,maka kejari stabat sudah mempersiapkan argumen agar duagaan korupsi menyeret surya tidak di SP 3 kan.

Sebelumnya ,belasan elemen masyarakat tergabung dalam Aliansi masyarakat anti korupsi (ALAMAK) kab.langkat menuntut Transparansi kasus PPh 21 Tahun 2003 melibatkan Surya djahisa yang kini menjabat sekdakab Langkat dengan dugaan kerugian negara mencapai sekitar Rp.1,1 miliar.

"Kasus ini sudah berjalan setahun dan surya pun di tetapka sebagai tersangka nya bersamaan dengan waktunya tersebut.tetapi kenapa masih belum ada lanjutan serta penahanan buat surya djahisa ,harus ada penjelasan dan kepastian hukum ,kalau memang tidak maka terbitkan SP 3 buat tersangkanya "kata Lukman hakim koordinator aksi .

Kasi Pidsus di hadapan kelompok massa menjelaskan ,pihaknya  (Tim kejari) satabat tak mungkin mengeluarkan SP 3 begitu saja mengingat waktu ,pikiran ,tenaga serta materi di curahkan menanganni kasus itu .malah pihaknya tak menghalangi kelompok massa ikuti ekspos di kejatisu (13/12)lusa mendatang guna mengetahui prosesnya .hendaknya pun kpk RI juga terus memonitor setiap perkembangan yang terjadi di kab.langkat ,jika perlu KPK segera melakukan tindakan pada kasus ini ,karna siapapun yang telah merugikan negara sama halnya dengan merugikan Rakyat indonesia. (C-01)
 
Top