GuidePedia


Kab.Konawe, Global Post
Kabupaten Konawe dijuluki sentral penghasil beras terbesar di Sulawesi Tenggara. Pasalnya, kabupaten tersebut memiliki areal persawahan yang luas dengan kualitas padi yang cukup bagus. Desa Duriasih misalnya,  sekitar 342 kepala keluarga dengan jumlah 1267 jiwa mendiami Desa Duriasi sebagai desa yang memiliki potensi lahan persawahan yang produktif seluas 160 hektar. Dari lahan persawahan seluas 160 hektar ini normalnya bisa mencapai 5 ton perhektar dengan masa panen sebanyak dua kali setahun. Berarti dalam satu tahun Desa Duriasih bisa menghasilkan gabah kering sekitar  1.600 ton pertahunnya. 
Hasil produksi padi biasanya menurun akibat serangan hama, seperti tikus, wereng, penggerek batang, semut hitam, belalang. Biasanya pada saat apes seperti ini hasil panen bisa anjlok hingga 50 persen  sekitar 2,5 ton perhektarnya,” dalam kondisi seperti ini biasanya para petani beralih pada tanaman palawija.

Desa Duriasi memiliki  kelompok tani sebanyak lima kelompok  yaitu Sumber Rejeki dengan luas lahan 34 Ha anggotanya 46 orang, Sry Mulya seluas 33 Ha   anggotanya 35 orang, Sinar Tani 31 Ha anggotanya 42 orang, Harapan Gemilang 32 Ha anggotanya  44 orang, Dewi Sry 39 Ha anggotanya 37 orang.

Untuk kebutuhan air terlayani dengan baik, terkecuali terjadi kerusakan pada tanggul irigasi misalnya jebol akibat tekanan air atau karena usia tanggul yang sudah lama. “Setiap kami membutuhkan air  kami langsung mengusulkan kepada penjaga pintu air atau ke juru pengairan, kemudian mereka mendatang kebutuhan air yang diperlukan petani melalui pengamat pengairan setelah itu disalurkan berdasarkan kebutuhan petani melalui BLG atau pengatur pintu saluran irigasi, setelah disalurkan airnya kami dari kelompok tani membagi air sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Muhamad Panut Ketua Kelompok Tani Sry Mulya Desa Duriasi. (Ir/Okyl)
 
Top