GuidePedia


Jakarta, Global Post
Peringatan Hari Armada RI Tahun 2011 merupakan momentum untuk melakukan introspeksi dan evaluasi di jajaran Armada RI atas pelaksanaan tugas-tugas yang telah lalu, sehingga kedepan akan semakin baik, demikian dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam amanatnya yang dibacakan Inspektur Komando Armada RI Kawasan Barat (Irarmabar) Kolonel Laut (S) Agus Haryono, pada upacara peringatan Hari Armada RI Tahun 2011, di Lapangan Arafuru Markas Komando (Mako) Koarmabar, Jalan Gunung Sahari Raya No.67 Jakarta Pusat, Senin (5/12).

Lebih lanjut Kasal Laksamana TNI Soeparno mengatakan, Armada RI sebagai bagian dari TNI Angkatan Laut merupakan tulang punggung dalam melaksanakan kegiatan operasi untuk menjamin tegaknya kedaulatan dan hukum di wilayah laut NKRI. Tantangan tugas Armada RI selalu berkembang, baik dalam operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Untuk menjawab tantangan tugas tersebut, kedepan diperlukan proses pembinaan dan pembangunan, yaitu kesiapan alutsista, profesionalisme dan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya.

Dari komposisi alutsista yang tergabung dalam Sistem Senajata Armada Terpadu (SSAT), saat ini masih belum sepenuhnya mampu untuk melaksanakan tugas penegakan kedaulatan negara di laut secara optimal, karena banyak kapal-kapal yang sudah berumur tua dan tertinggal dari sisi teknologi maupun persenjataan.
Menyikapi hal tersebut TNI Angkatan Laut kedepan harus berupaya membangun dan mengembangkan kekuatannya dengan mengacu kepada pembangunan kekuatan pokok minimum, zero growth dan right sizing. Saat ini pemimpin TNI Angkatan Laut telah menetapkan kebijakan dan strategis pembinaan TNI Angkatan Laut yang diarahkan dalam rangka terwujudnya TNI Angkatan Laut yang handal dan disegani.
Perwujudan  pembangunan  kekuatan   pokok   minimum   TNI  Angkatan Laut sebagai strategi yang dikembangkan dalam menyikapi kemampuan dan keterbatasan anggaran pertahanan negara harus mampu mewujudkan tugas, peran dan fungsi TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan negara guna menghadapi berbagai ancaman.

Diakhir amanatnya, Kasal menekankan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Memegang teguh dan mengamalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI, Trisila Angkatan Laut, Semangat Baru TNI Angkatan Laut serta Panca Prasetya Korpri; Memelihara dan memantapkan soliditas komponen SSAT; Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai standar kompetensi dan tingkat profesionalisme prajurit; Melaksanakan perubahan paradigma dalam berfikir dalam menghadapi keterbatasan sumber daya dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi guna mencapai kinerja yang optimal.

Hadir pada acara tersebut para Pejabat Teras Koarmabar, Pejabat Teras Lantamal III Jakarta, para Perwira, Bintara, Tamtama serta pegawai negeri sipil (PNS) Koarmabar. (Dispenarmabar/Welly)
 
Top