GuidePedia


Jakarta, Global Post
Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Timur, Ir Perdenanto Aribowo M.Cs menghimbau masyarakat yang memiliki bidang tanah di mana pun berada, yang belum bersertifikat, segera mendaftaruntuk proses sertifikat pada kantor pertanahan, atau melalui layanan Mobil Larasita yang bertugas kelilingsetiap hari kerja di berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kota Jakarta Timur. “Setelah bidang tanah yang dimiliki itu sudah bersertifikat,  pemiliknya harus merawat dan menjaga dengan baik. Selain menjaga keutuhan sertifikatnya, juga fisik bidang tanah harus dijaga atau dikuasai fisiknya,” ujar Ir Perdenanto Aribowo M.Cs, Kepala Kantor Pertanahan Kota Jakarta Timur, kepada Global Post, di kantornya, Senin (12/12) pekan lalu.

Sebab, lanjut  Aribowo, jika hal itu tidak dilaksanakan bisa menimbulkan tindak kejahatan bagi kelompok mafia yang berotak kotor, dengan cara bekerja sama dengan oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memanipulasi surat-surat sebagai obyek proses permohoanan sertifikat di kantor pertanahan.
          
Sebagai contoh, ada bidang tanah yang sudah bersertifikat milik Murzani Syukur (Letjend Pur TNI) yang terletak di Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yakni  Sertifikat HM. No. 355 seluas 2.660 m2. Namun, tiba-tiba di atas bidang tanah hak milik tersebut telah terbit lagi Sertifikat HM. No. 3407/Ceger, atas nama pemegang hak Musthapa Rachman SH, seluas 2.500 m2.
        “Kami berharap kejadian itu tidak terulang lagi untuk bidang tanah lainnya. Kasus tersebut saat ini sedang kami proses untuk membatalkan sertifikat HM No. 3407 atas nama Musthafa Rahman. Berkasnya sudah kami limpahkan di Kantor  Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.
         
Sementara itu, pemilik Sertifikat HM No. 355/Ceger,  Letjend TNI Pur. H. Murzani Syukur, melalui putranya Erick Rezanova, saat dikonfirmasikan Global Post, juga mengatakan,  pihaknya meminta gar sertifikat yang tumpang tindih di atas bidang tanah miliknya segera dibatalkan.
      
 “Bagi kami yang penting kantor pertanahan harus bertanggungjawab atas pembatalan sertifikat yang tumpang tindih di atas bidang tanah milik kami secepatnya,” kata Erick.
Warkah Palsu
         
Adapun surat-surat yang dijadikan dasar bukti kepemilikan di atas sertfikat hak milik 3407/Ceger, atas nama Musthafa Rahman, seperti girik, Leter C, akta jual beli, Surat Keterangan Pengantar Lurah Ceger, dan pernyataan tidak sengketa. Ternyata, setelah dicek di Kantor Kelurahan Ceger, surat-surat tersebut tidak tercatat alias palsu.  (C Herry SL)
 
Top