ads


Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5


Bogor, Global Post
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor diduga kuat telah menjadi sarang pungutan liar (pungli). Pasalnya, kantor yang pernah menjadi sorotan public, karena dugaan korupsi tersebut belakangan ini dikabarkan me-mark-up jumlah guru di salah satu MI di daerah Bogor Barat. Saat dikonfirmasi kepada pihak Kementerian Agama Kabupaten Bogor, sebuah pernyataan yang mengejutkan keluar dari Kasi Mapendas Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Bahrul Ulum. “Hal tersebut sudah basi, sudah kadarwarsa. Buat apa ditanyakan lagi,” katanya.
 Lebih sadis lagi, Bahrul Ulum dengan lantang mengatakan bahwa informasi tersebut disampaikan oleh seorang guru PNS yang tak berpengetahuan dan tidak mengerti.

Bahrul Ulum tetap kokoh pada pendiriannya bahwa tudingan itu semua bohong dan sudah selesai. ”Saya udah cek langsung ke lapangan ternyata memang ada 8 guru honor, tapi hanya 4 guru yang mendapat honor dari sini,” ujarnya.

Sementara Kasi Pekapontren Kementerian Agama Kabupaten Bogor  Drs Mat Nur MM saat dikonfirmasi sehubungan dengan dugaan telah memotong Dana BOS dari puluhan Pondok Pesantrean Salafiah (PPS) yang tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Bogor, dengan enteng menjawab, “Semua itu bohong.”

Bahkan laki-laki yang mengaku mengerti tentang jurnaslistik tersebut mengatakan, pihaknya setiap melakukan penyerahan dana BOS memakai surat MoU, sesuai dengan juklak dan Juknis BOS.

Bambang Heri Susanto, Pengamat Pendidikan Kabupaten Bogor mengatakan sangat kecewa jika benar terjadi pemotongan-pemotongan dan mar-up jumlah guru di kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. “Itu jelas-jelas pungli dan sebagai bahan masukan untuk pihak Kejaksaan Negeri Cibinong,” ujarnya. (Dauri/Sop)  

SKU GLOBAL POST

Seluruh wartawan / reporter SKU Global Post dalam melaksanakan tugas jurnalistik selalu dibekali ID Pers yang sah dari Redaksi serta namanya tercantum di dalam box redaksi. Diluar nama - nama yang tercantum di box redaksi segala tindak - tanduknya bukan tanggung jawab Redaksi.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar:

  1. kami yakin, personal kemenag bogor adalah orang-orang profesional, amanah dan pekerja keras. adanya jumlah guru yg diduga mark up, kemungkinan dari pendataan guru lebih di satu satminkal, sehingga jumlah guru seolah lebih dari data real. hal ini adalah kekeliruan guru /madrasah ybs dlm melalukan pendataan.untuk saat ini saya yakin data jumlah guru sudah benar karena pihak mapenda gencar lakukan verifikasi data sehingga tak lagi double counting. sukses buat mapenda kab bogor,
    trims

    BalasHapus


Top