GuidePedia


 Cirebon, Global Post 
 Penyidikan kasus dugaan korupsi dana penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp 4  miliaran  di lingkungan Institut Agama alam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon terus bergulir. Informasi yang berhasil dihimpun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Cirebon telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Polres Ciebon Kota yang melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menghebohkan dunia pendidikan di Cirebon tersebut.

"Kami memang telah menerima SPDP dari pihak kepolisian. Dari SPDP itu muncul dua nama yang diduga kuat sebagai orang yang bertanggung jawab atas kerugian negara tersebut," ujar sumber yang layak dipercaya di Kejari Cirebon.

Ia menyebutkan, kedua nama yang masuk SPDP  kasus dugaan penggunaan dana PNBP senilai lebih dari  Rp.4 miliar tersebut berinisial N dan N. Keduanya merupakan bendahara IAIN.

Mengenai dugaan keterlibatan sejumlah pejabat elit kampus di bawah lembaga Kementerian Agama tersebut, pihaknya mengaku tidak mengetahui secara persis karena penyidikan kasus ini dilakukan unit tindak pidana korupsi (tipikor) Satreskrim Polres Cirebon Kota.

"Kasus PNBP IAIN Syekh Nurjati memang pernah kami tangani tapi khusus kasus PNBP tahun 2010. Kasus tersebut memang sempat menyeret pejabat rektor IAIN.  Sedangkan kasus yang saat ini ditangani Polres Cirebon  Kota merupakan kasus dugaan penyelewengan PNBP tahun 2007-2009," ungkap sumber tadi.
Ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, Didik Purwanto membenarkan munculnya dua nama dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana PNBP tersebut. Namun, pihaknya mengaku belum menetapkan status tersangka kepada dua nama tersebut.
"Jika hasil penyidikan cukup bukti kedua nama tersebut akan kita tingkatkan statusnya menjadi tersangka," ujar Didik kepada Global Post

Disinggung mengenai kemungkinan adanya sejumlah elit kampus dalam kasus tersebut, Didik mengaku masih mendalami kasus tersebut. Jika terbukti ada yang terlibat, kata dia, pihaknya tidak segan-segan memproses mereka.

Saat ini pihaknya  masih mengumpulkan keterangan saksi. Ia menegaskan, siapapun yang terlibat akan ditindak. 

"Kita juga memeriksa siapa yang memerintahkan langsung penggunaan dana ratusan juta rupiah dari PNBP yang penggunaanya tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut," tegasnya.

Menurutnya, dana miliaran rupiah yang diselewengkan tersebut, bersumber dari dana SPP mahasiswa dan dana Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa (Ikomah) IAIN dari tahun 2007-2009. Nilainya lebih dari Rp.4 miliar. (Moch Mansur)
 
Top