GuidePedia


Medan, Global Post 
Penderitaan berkerpanjangan yang dialami para buruh pabrik peleburan aluminium PD Murni, sampai saat ini kurang lebih berjalan sudah dua setengah bulan, belum juga dibayar pihak perusahaan, seperti biaya-biaya pengobatan. Pihak perusahaan terkesan tutup mata dan telinga atas penderitaan buruh tersebut. Pengusaha Lauho pun dituding tidak punya hati dan nurani, bahkan terkesan kebal hukum dan menganggap remeh persoalan buruh yang dilindungi menurut UU Ketenagakerjaan  No.13 Tahun 2003 dan UU RI No. 21 Tahun 2000 tentang serikat buruh, yang dilengkapi dengan UU RI No. 2 Tahun 2004 tentang perselisihan hubungan industri yang tertuang pada pasal 153 ayat (1) Huruf .J.

Dimohon kepada pihak Disnaker Deli Serdang untuk mengambil tindakan kepada pihak pengusaha (Lauho). Bapedalda Deli Serdang juga diminta agar memperhatikan permasalahan ini. Sebab, limbah aluminium telah mencemari lingkungan. Asap pembakaranya juga telah memakan korban seperti yang dialami buruh bernama Acak Irwan, yang muntah darah saat bekerja.

“Penderitaan Irwan itu terjadi akibat menghirup  asap pembakaran aluminium yang akan dijadikan aluminium batangan,” ungkap LSM Toppan RI dan aktivis LSM BIM Sumatera Utara
.
 Bahkan, menurut mereka, pihak Disnaker dan Bapelda Deli Serdang juga tidak mengambil tindakan kepada pihak pengusaha yang nakal, bahkan izin usaha dan izin amdalnya pun diragukan. Kami akan menyurati Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia,” kata aktivis koalisi bersama tersebut. (UR)
 
Top