GuidePedia


Subang, Global Post 
Dalam rangka Hari Anti Korupsi Se Dunia yang jatuh pada hari Jumat (9/12) diperingati secara sederhana oleh Kejaksaan Negeri Subang. Semua Staf dan para Jaksa turut serta menghadiriupacara itu. Kepala Kejaksaan Negeri Subang Drs. Bambang Surya Irawan. SH, yang membacakan Sambutan Jaksa Agung RI, mengatakan bahwa para jaksa harus dapat menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela yang menjurus ke perbuatan korupsi.
Dalam sambutan Jaksa Agung disebutkan lagi soal penanganan perkara khususnya Tipikor. Jaksa Agung menekankan beberapa hal yang perlu mendapat perhatian antara lain, jangan mudah untuk menetapkan seseorang tersangka sebelum diperoleh alat buktiyang kuat.

Ditekankan juga agar diberikan kepastian hukum kepada masyarakat, antara lain dalam hal penanganan perkara dengan cepat sesuai SOP, dan segera selesaikan tunggakan perkara dan bersifat objektif tidak memihak, sehingga masyarakat mendapatkan keadilan kemanfaatan serta kepastian hukum.
Dikatakan, jaksa sudah saatnya menunjukkan kemampuan dan kinerja terbaik dalam melaksanakan tugas dan kewenangan yang diemban, agar apa yang menjadi tuntutan dan harapan masyarakat, yaitu tegaknya hukum dan keadilan dapat diwujudkan secara nyata. 

Dalam kesempatan acara itu Kepala Kejari Subang Bambang Surya Irawan menjelaskan pencapaian kerja tentang penindakan hukum korupsi pada tahun 2011 ini: penyelidikan sementara tidak ada, sedangkan penyidikan ada satu kasus.

 Ada dugaan penyelewengan dana Bantuan Propinsi Jabar dalam Program Raksa Desa tahun 2007, yakni untuk kegiatan penyaluran dana usaha ekonomi produktif/pemberdayaan (UEP/P) yang merugikan negara kurang lebih Rp.60 juta, dengan tersangka Jamal Suntara, Kades Tanjung, Kec Cipunagara.

Sedangkan Pra Penuntutan satu kasus, dan penuntutan terdapat tiga  kasus atas nama terdakwa Maman Yudia (Mantan Bupati Subang 2008), Tatun Darajatun (mantan Kabag Perlengkapan Setda Subang 2008), kasus Penjualan Kendaraan Dinas Pemkab 2008 dengan kerugian negara Rp. 1. 143.814.840.

Kemudian Eep Hidayat (Bupati Subang Non Aktif) dalam Kasus Korupsi BP  PBB Kab Subang tahun 2005-2008,  dengan kerugian Negara Rp. 2. 838.251.600,-.
Selain itu, ada tiga  terdakwa masih ada upaya hukum Kasasi, atas nama H. Pahruroji, Ganda.SSP, H. Caswa. Ketiganya Pengurus KUD Inti Bina Warga Subang, dalam Kasus Pemotongan Dana Bantuan KPRS Mikro Bersubsidi dan Kementerian Perumahan Rakyat Tahun 2007, dengan kerugian negara Rp. 224 juta. Dalam kasus ini, masih ada upaya hukum banding.

Sedangkan putusan yang sudah dieksekusi berjumlah tiga orang dengan terpidana Yusri Ardisoma dalam kasus Penyimpangan Dana KUT Desa Tegalurung Legonkulon 1998, pidana penjara satu tahun. Terpidana Erawan Gumbira dan Ali Kurdi, keduanya dalam kasus penyimpangan Pengadaan Buku dan Meubelair Disdik Kab Subang 2004, dan keduanya dipidana penjara selama satu tahun. 

“Dari pencapaian kerja terkait Tipikor, Kejaksaan Negeri Subang menyelamatkan kerugian keuangan negara/daerah dalam tahun 2011 sebesar Rp. 153. 380. 000,-,” ujar Kejari Subang kepada wartawan dalam acara Hari Anti Korupsi Se Dunia.  (Herpan/Rasjaya)
 
Top