GuidePedia


Pandeglang, Global Post
Rehabilitasi jalan jalur Desa Ciinjuk Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang-Banten yang belum lama ini selesai dikerjakan kembali rusak, bahkan sudah berlubang. Di sejumlah titik, seperti di Kampung Pasir Pelang, badan jalan sudah ambrol dengan kedalaman 3 meter. Tindakan kontraktor nakal terjadi tentu tidak lepas dari tidak adanya keseriusan pihak Bidang Bina Marg Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Kabupaten Pandeglang, untuk melaksanakan kegiatan pembangunan insfrastruktur jalan sebagai sarana vital. 
“Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi jalan di Kabupaten Pandeglang yang menyerap anggaran puluhan milyar, yang dikelola melalui Bidang Bina Marga tahun anggaran 201,1 hasilnya sangat memperihatinkan. Hal ini menunjukan, Kepala Bidang Bina Marga Pandeglang sudah tidak ada niatan baik, untuk mengelola dana pembangunan insfrastruktur jalan sehingga banyak terjadi dugaan korupsi,” ucap TB. Awing Asnawi, Ketua LSM Harapan Bangsa Indonesia (HBI), kepada Global Post.

Dugaan korupsi pada penggunaan dana pembangunan insfrastruktur jalan, kata Awing, semakin menguat ketika pembangunan jalan yang nilainya di atas Rp, 1 Milyar dalam pelaksanaannya banyak mengalami keterlambatan hingga masa kontrak habis.

Anehnya, kata dia, Kabid Bina Marga dan Kepala Dinas PU Pandeglang tidak melakukan tindakan apapun terhadap kontraktor, sehingga semakain menguat dugaan oknum pejabat ditenggarai melakukan tindakan KKN dengan mafia proyek.

Di samping itu, Awing yang dikenal vokal menyatakan, apabila dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme terbukti secara hukum, maka yang pertama bertanggung jawab ialah konsultan pengawas. Sebab, pada saat proyek pembangunan jalan mengalami keterlambatan—juga kualitas fisik diduga tidak sesuai standar teknis,  konsultan pengawas sama sekali tidak melakukan tindakan.

“Sebaiknya Bupati Pandeglang segera melakukan teguran keras terhadap oknum pejabat Bidang Bina Marga dan Kepala dinas PU, serta konsultan pengawas,” tegasnya.

Dia kembali mengingatkan kepada aparat hukum Kejaksaan Tinggi Banten, untuk mengusut tuntas penggunaan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, agar pembangunan di Kabupaten Pandeglang dapat berjalan dengan baik dan bebas dari tindakan yang merugikan semua pihak. 

Kabid Bina Marga dinas PU Kabupaten Pandeglang, H. Syarif, saat dikonfirmasi, yang bersangkutan menurut keterangan salah satu staf pegawainya sedang tidak ada di tempat. “Sudah beberapa hari ini Bapak Kabid belum ada ke kantor, karena sedang ada kegiatan di lapangan,” katanya. (Ian)        
 
Top