GuidePedia


Indramayu, Global Post 
Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Langgengsari Kecamatan Lelea berjalan kondusif, dari tiga calon yang akan berlaga dikancah politik tingkat desa (17/11) kemarin sampai tahapan pengambilan nomor urut, Sri Handayani memperoleh nomor 3. Aula kantor kuwu Desa Langgengsari dipadati sejumlah pendukung dari masing-masing calon yang ingin mengetahui dapat nomor berapa calon yang akan didukungnya,  karena calon kuwu yang ada cukup unik, karena dari ketiga calon kuwu tersebut adalah perempuan, nama calon berdasarkan nomor urut 1 Rastini, nomor urut 2 Wartiah dan nomor urut 3 Sri Handayani. 

 Pesta demokrasi rakyat semakin dekat persaingan politik makin ketat namun semuanya bersaing secara sehat, masyarakat menghendaki calon pemimpin didesanya nanti adalah figur yang memiliki jiwa pemimpin yang baik, terutama dalam hal melaksanakan pembangunan untuk kemajuan didesanya, bahkan bukan hanya itu saja dari sisi ilmu pemerintahan pun harus dikuasai, namun semuanya adalah hak dari rakyat siapa yang akan terpilih.
               
 Tiga calon di Desa Langgengsari merupakan putri terbaik di era mendatang untuk memimpin desanya, dari tiga kandidat tersebut akan merebutkan suara terbanyak dari jumlah hak pilih 2393, untuk suara laki-laki 1227 dan suara perempuan 1166 kemungkinannya dari jumlah tersebut belum fainal karena pada saatnya nanti akan dilakukan sensus ulang oleh panitia pelaksana.
                 
Tahapan pengambilan nomor urut calon selain di hadiri para calon dan pendukungnya juga dari unsur  muspika, unsur muspika sendiri menghendaki agar pelaksanaan Pilwu mendatang dapat berjalan dengan lancar, seperti disampaikan oleh Kapolsek Lelea, AKP Alka Nurani, SH dalam pesta demokrasi ini kiranya agar bersih dari unsur mani politik dan bagi masyarakat yang mengetahui adanya  permainan politik uang, jangan segan-segan memberikan informasi dan akan kami tindak tegas,” ujar Kapolsek.
                 
Sementara Camat Lelea, Drs. H. Ali Sukma JM, MSi. menghendaki agar pada saat kampanye para calon agar dilakukan kampanye tertutup dan atau kampanye simpatik. Hal ini agar suasana menjadi kondusif dan khusus bagi para pendukung masing-masing calon agar jangan mudah terpropokasi oleh oknum, sebab jika mudah terpancing oleh propokasi maka akan merugikan diri sendiri dan calon yang akan didukungnya,” harap Camat. (Suwandi/Duliman)
 
Top