GuidePedia


Semarang, Global Post 
Sudah sering kita dengar di Negara ini kasus hubungan diluar nikah dan kasus aborsi. Ini menandakan bahwa seks bebas atau free sex sudah mewabah dan meracuni bangsa ini. Banyak yang terjangkit penyakit HIV/AIDS, meskipun penularannya tidak hanya dengan hubungan seks yang berganti-ganti pasangan saja, tetapi kondom banyak mempengaruhi penyebaran penyakit tersebut, maka muncul adanya alat kontrasepsi “kondom.”Menurut PLKB yang ada di salah satu Kelurahan, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, di dalam pertemuan PKK menerangkan bahwa kondom adalah alat kontrasepsi yang dipakai oleh pria pada waktu berhubungan intim. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kondom dapat diartikan sebagai alat kontrasepsi keluarga berencana yang terbuat dari karet dan pemakaiannya dengan jalan disarungkan pada alat kelamin laki-laki ketika akan bersenggama. Kondom juga membantu pemerintah untuk mengurangi peningkatan angka kelahiran atau adanya program Keluarga Berencana (KB)

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai partisipasi laki-laki dalam KB, sesungguhnya kemudahan mendapatkan kondom berpengaruh positif terhadap kesertaan laki-laki dalam ber-KB dan kesehatan reproduksi.

Dengan adanya kondom dapat sebagai fasilitas kasus aborsi dan HIV/AIDS di harapkan berkurang. Maka dalam hal ini ditekankan oleh pemerintah dari Presiden, Gubernur, hingga sampai aparat pemerintah desa, kepada para warganya, agar dapat ikut serta dalam menggalang menuju warga yang sejahtera dengan ikut menjadi peserta KB aktif, sehingga angka kelahiran dapat ditekan dengan sebaik-baiknya kata petugas tersebut. (Yf)
 
Top