GuidePedia


Bekasi, Global Post 
PKBM yang lahir berawal dari perkumpulan arisan keluarga—awalnya hanya 12 keluarga, melaksanakan santunan  1) di Yayasan Masjid At-Taubah yang terletak di Komp. SBS Jl Danau Tondano Raya No. 1 RT 07/11, Kelurahan Harapan Jaya, Bekasi, Sabtu (6/1). Pilihan PKBM ke Yayasan Masjid At-Taubah sangat tepat. Yayasan ini berdiri tahun 1989 dan merupakan milik masyarakat umum, yang diawali dari kesepakatan warga SBS untuk memiliki tempat mengaji bagi anak-anak. “Akhirnya, didirikanlah bedeng. Orang sini menyebutnya begitu. Tahun 1998 berdiri satu kelas untuk SMP sampai akhirnya sekarang ada SMA,” ungkap H Muhammad Yusuf, Ketua Yayasan Masjid At-Taubah.
Sekarang, kata H Muhammad Yusuf, yayasan yang dipimpinnya juga memiliki pondok pesantren dan pelajarnya terdiri dari anak-anak yatim piatu dan kaum duafa. “Siswa putri 100 siswa dan putra 100 siswa. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Palembang, Timor, Ternate, dan Medan. Semuanya digratiskan. Kami memiliki 52 guru dan staf,” ungkapnya.

Sementara Ketua harian PKBM Drs Abdul Salam mengatakan bahwa santunan itu merupakan salah satu program kepedulian PKBM yaitu tentang sosial kemasyarakatan yang ditujukan kepada masyarakat pelosok atau perkotaan  di sekitar PKBM yang sudah menyebar di Cikarang untuk kabupaten  Bekasi, Cibinong untuk kabupaten Bogor, Depok untuk Kota Depok, Jakarta Utara, dan akan dibentuk juga Tangerang Selatan, Sumatera Selatan, Jambi dan Riau. 

PKBM berawal dari perkumpulan arisan keluarga yang pada saat itu hanya 12 keluarga. “Namun, ada keiinginan dari anggota untuk melebarkan lebih luas, karena organisasi masyarakat ke depan akan dibutuhkan di dalam masyarakat,” ungkap Ketua umum PKBM Kias Peda.

Bekasi merupakan Dewan Pengurus Pusat PKBM dan saat ini memfokuskan kegiatan di wilayah Jabodetabek. “Target untuk keanggotaan PKBM ini yang tercatat nanti untuk kota Bekasi mencapai 1000 anggota,” imbuh Ketua Harian PKBM. (Susi Kj)
 
Top