GuidePedia


Semarang, Global Post 
Akhirnya dapat juga diselesaikan persengketaan para pekerja yang ada di Pasar Unggas paska kepindahan dari Pasar Kobong Rejo Mulyo, di Jln Raden Patah Semarang yang berpindah tempat ke Pasar Unggas Penggaron, Pedurungan Kidul. Sebagaimana diberitakan Global Post pada edisi 85 lalu, persengketaan itu memakan waktu yang cukup lama. Dalam mengatasi persengketaan antara kedua belah pihak (dua kubu), yang masing-masing ingin menguasai dan berwenang menjadi pimpinan di areal lahan Pasar Unggas Penggaron tersebut, maka Dinas Pasar Kota Semarang mempertemukan kedua kubu, yakni dari kelompok SPSI/FSPTI dan kelompok Fajar Baru), Selasa (15 November 2011), di Aula Dinas Pasar Unggas Penggaron.

Dalam pertemuan itu  dihadirkan mediator, yakni Danramil Pedurungan Kapten Suradi, Kapolsek Pedurungan Yudi Artowiyono, Perwakilan dari Kecamatan Penggaron, Kelurahan Penggaron Kidul Budi Mulyo, Dinas Pasar yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pasar Fajar Purwoto SH MM. Sementara dari Disnakertran tidak hadir, karena ada tugas yang harus diselesaikan. Dari Kelompok Fajar Baru diwakili oleh Djunaedi dan anggotanya, dari SPTI H Jaelani dan anggotanya. 

Jumlah semua tenaga kerja yang terdiri dari kedua kelompok ada 50 orang. Setelah  melalui banyaknya usulan dari kedua kelompok, maka Sekretaris Dinas Pasar Fajar Purwoto mencetuskan bahwa tidak ada lagi Kelompok Fajar Baru dan Kelompok SPTI, karena telah dihanti dengan: Paguyuban Pedagang Pasar Unggas Penggaron (P3UP).

Selain itu, tenaga kerja KBKB dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok A mulai bekerja tanggal 1 hingga 15, ketua kelompoknya bernama Daryono. Kelompok B mulai bekerja tanggal 16 hingga 30/31, ketua kelompoknya Nurhadi. Masing-masing kelompok mempekerjakan 25 orang yang terdiri dari KBKB Rejomulyo sebanyak 9 orang, SBI 8 orang dan dari Pawang 8 orang.

Nama Paguyuban Fajar Baru diganti dengan nama Paguyuban Pedagang Pasar Unggas Penggaron, dengan susunan kepengurusan sama dan tidak ada organisasi lain yang akan mengelola di RPU Penggaron, selain Paguyuban Pedagang Pasar Unggas Penggaron.

Kapolsek Yudi Artowiyono  yang baru bertugas empat hari di Pedurungan mengatakan bahwa pihaknya hanya ikut memediasi di antara kedua kelompok. “Sebagai petugas hanya menjaga agar jangan sampai terjadi kerusuhan, kericuhan atau bentrokan yang menjurus ke kriminal,” tegasnya. (Yf)
 
Top