Headlines News :
Home » » Pelawak Rabies Meriahkan Acara Silahturahmi & Tasyakuran

Pelawak Rabies Meriahkan Acara Silahturahmi & Tasyakuran

Written By GLOBAL POST on Minggu, 23 Oktober 2011 | 07.49


Magelang, Global Post
Hiburan masyarakat dengan menampilkan pelawak Rabies((Iblise) dan grup campur sari di dusun Jetis Growong Kelurahan Pucungejo Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang mampu menarik perhatian masyarakat, baik dari kaum muda – mudi, orang tua bahkan anak – anak. Acara ini diselenggarakan oleh keluarga Wiyantoro yang dikenal dengan panggilan mas Win, seorang pengusaha patung batu  Pangestu Stone Art sebagai ungkapan  rasa syukur atas apa yang telah diraihnya sebagai seorang pengusaha patung yang bisa merambah tingkat nasional bahkan intenasional dan telah berhasil menyelesaikan pekerjaan dari patung berukuran kecil sampai candi berukuran besar. Dan, saat ini sedang  menyelesaikan pesanan replika candi borobudur yang berukuran ¾ dari ukuran aslinya, pesanan pengusaha asal Jawa Barat.
Bahwa kesuksesan tidak harus melalui bangku kuliah, tapi keuletan, pantang menyerah, kejujuran, yang dibarengi dengan kemampuan membangun kepercayaan ( trust building ), fokus dalam menjalankan yang semua itu tidak terlepas dari kepercayaan diri ( self confidence ). Mas Win adalah seorang pengrajin patung dari Muntilan yang menekuni usaha  dengan bermodalkan semangat, dan dukungan dari Ruswati istri tercinta yang tidak terlepas dari keyakinan dan kepasrahan terhadap Sang Pencipta.

Mas Win ingin mengajak warga sekitar untuk saling menjalin rasa kekeluargaan dan meningkatkan kegotong royongan. Hal Ini terbukti acara tersebut melibatkan warga sekitar dan dukungan Bp Ma’ruf selaku Kepala Desa Pucungrejo  dan aparat keamanan dari Banser, Karang Taruna, Hansip hingga aparat yang ingin berpatisipasi demi suksesnya penyelenggaraan Tasyakuran tersebut. Dan ini adalah salah satu bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan.

Penampilan group campur sari yang didukung penyanyi – penyanyinya dengan suara merdu apalagi saat grup lawak Rabies dari Sleman tampil, suasana jadi semakin semarak dan terkesan sederhana tanpa hura - hura dan jogetan yang erotis.

Pertunjukan bisa bejalan lancar tanpa ada keributan dan ini bisa dijadikan contoh pertunjukan yang baik dan tercipta suasana kekeluargaan, kegotong royongan dari semua warga Desa Pucungrejo. Dengan banyolannya yang mampu membuat penonton semakin betah mengikuti acara Tasyakuran dan Halal bil halal tersebut.
Kemeriahan hiburan inipun berlanjut dengan penampilan campur sari yang membawakan lagu – lagunya dengan bagus serta grup lawak Rabies yang membuat para penonton terpingkal – pingkal. Pada puncak acara, Rabies anak dari pelawak Gito Gati ini memanggil Wiyantoro dan istri (Ruswati) untuk tampil ikut melawak menghibur penonton. Ternyata ada bakat juga mas Win dan Ruswati melawak. Ya agak grogi dan gemetar juga katanya.  

Kenapa Mas Win memilih hiburan campur sari? Karena campur sari adalah salah satu bentuk kesenian khas Jawa dengan lagu- lagu Jawa, yang sudah jadi kewajiban kita selaku orang Jawa mencintai dan melestarikannya. Memang beliau memiliki jiwa seni yang tinggi.

Meskipun hanya tingkat dusun, acara Tasyakuran dan Halal bil Halal ini tergolong meriah. Dan sebagai bentuk acara hiburan yang bisa dijadikan sebagai contoh dan  teladan karena acara berjalan dengan lancar dan tetib tanpa adanya keributan, tanpa diwarnai pekelahian, yang ada hanya rasa kebersamaan, aman, tertib dan nyaman.

Tontonan ini mampu menyedot banyak penonton bukan hanya dari dusun Jetis Growong saja tapi juga dari dusun lain. Acara hiburan ini bejalan sukses berkat dukungan dari istri Ruswati dan warga dusun Jetis Growong, dan kesadaran penonton. 

Penonton datang untuk turut mengucap syukur atas keberhasilan Wiyantoro sebagai pengusaha patung selain itu untuk mencari hiburan bukan menciptakan keributan. Benar – benar suatu bentuk hburan yang memang menghibur. (S.Uni)
Share this post :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2009. Sku Global Post Redaksi Tegas
Akurat |Jelas