Senin, 15 Agustus 2011

Kejari Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Bukit Ulu


Musi Rawas, Global Post
Sepertinya dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek irigasi Bukit Ulu kecamatan Karang Jaya akan memasuki babak baru. Kemarin Tim dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau bersama dengan Gerakan Sumpah Undang - Undang (GSUU) turun langsung untuk mencari dan melengkapi data pendukung atas dugaan korupsi proyek tersebut. "Kita bersama dengan tim dari Kejari turun langsung ke lokasi proyek, untuk melihat dan melengkapi data pendukung atas dugaan korupsi yang kita laporkan beberapa waktu lalu," kata Koordinator GSUU Herman Sawiran, kemarin.

Dijelaskannya, baik GSUU maupun tim dari kejari menemuni banyak kejanggalan dalam pengerjaan proyek itu, sehingga dugaan korupsi pengerjan proyek irigasi Bukit Ulu ini akan segera ditindak lanjuti setelah data yang didapat tersebut diolah. GSUU memintak kepada kejari untuk tidak main - masin dalam melakukan penyelidakan maupun prioses lainnya dalam kasus ini. Sebab bukan hanya menyangkut masyarakat banyak yang tidak pernah memanfaatkan proyek tersebut tapi juga hal ini menyangkut dugaan tidak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara.

Sementara itu Darmadi, Salah seorang anggota Tim dari Kejaksaan Negeri Lubuklinggau mengungkapkan bahwa berbagai temuan dan informasi terkait dengan dugaan korupsi proyek irigasi bukit ulu, akan di bawa dalam rapat tim yang sudah di bentuk dan  akan dilaporkan kepaka Kajari. "Semua temuan yang didapat akan kita bahas dalam rapat tim untuk menentukan langkah berikutnya," jelasnya.

Sebelumnya GSUU melaporkan dugaan korupsi proyek irigasi ini ke Kejaksaan Agung RI dalam materi laporannya GSUU memaparkan bahwa irigasi bukit ulu di bangun sejak tahun 1983 lengkap dengan tapak dan pintu bendungan, saluran primer dan saluran tersier. Namun meskipun menelan dana miliaran rupiah irigasi bukit ulu tak kunjung bias difungsikan dan dibiarkan terbengkalai. Pada tahun 1999 melalui dana APBN proyek tersebut kembali diluncurkan dengan membangun saluran tersier sepanjang 18 KM. Anehnya lagi pada tahun 2011 1ni mlelalui dana APBD provinsi Sumatera Selatan, dan leading sektornya PU pengairan Sumsel kembali menganggarkan dana Rp.990.563.000,- untuk pemeliharaan dan rehabilitasi irigasi di bukit ulu. (Sapar)

0 komentar:

Poskan Komentar