GuidePedia

Indramayu, Global Post
Iim Naimah (23), warga Desa Tukdana Rt.08 Rw.04 Blok Sukatani, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, sampai sekarang bekerja menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) sebagai PRT (Pembantu Rumah Tangga), di kota Dammam, Arab Saudi. Ia ingin pulang ke rumahnya  di Indramayu, namun majikannya tak mau memulangkannya. Iim Naimah tak kepada siapa lagi harus mengadu? Keberangkatanya diproses melalui PT Fauzi Putra Hidayat d/a. Jalan Duren Sawit Raya Blok H2/13 Jakarta Timur Telp. 021- 86601117/8620766 Fax. 021- 86605311. Iim Naimah diterbangkan pada tahun 2003 yang lalu. Di tengah buruknya perlakukan terhadap TKI di Arab Saudi belakangan ini, Iim Naimah juga menyampaikan keluhannya melalui handphone miliknya dengan No. +966561452116/+966595154593 dan telepon.

                Iim Naimah banyak menceritakan kisah dan permasalahan yang dilaminya kepada Global Post pada tanggal 11 Juli 2011 lalu, sekitar pukul 17.02 Wib. Dia bekerja pada majikan atas nama Sami Alhelayel, dengan alamat. 7495 Street Five Aziziah Dammam 3624-32424 Saudi Arabia (Po. Box 63013 Dammam-31516 KSA). 

Ingin pulang ke kampong halaman! Itulah keinginan Iim Naimah, tapi tidak bisa. “Majikan tidak mau pulangin saya. Ia selalu berbohong, hanya janji-janji. Sekali, saya kabur untuk minta tolong ke pihak Kepolisian Saudi Arabia, bukannya dibantu malah saya dikembalikan lagi ke rumah majikan,” ungkap perempuan malang itu. 

Iim Naimah hanya bisa menebak-nebak apa yang terjadi. “Apakah karena majikan saya sebagai seorang pejabat (sarjana) dan berpengaruh, sehingga saya dipersulit untuk pulang. Sekarang saya bingung harus minta tolong kepada siapa lagi! Belum lama ini, ketika saya minta pulang majikan langsung memukuliku tanpa alasan yang jelas,” tuturnya.

Muhamad (35), saudara Iim Naimah Binti Caya, saat ditemui Global Post tanggal 11 Juli 2001, pukul 20.30 Wib, mengaku sudah pernah mendatangi kantor PJTKI yang memberangkatkan saudaranya itu, bahkan sudah bertemu dengan H Fauzi Asraw selaku Dirut PT Fauzi Putra Hidayat. Namun, tidak ada hasilnya alias hanya janji-janji.

Pihak keluarga sering menghubungi telepon selluler milik H. Fauzi Asraw dengan No. 08129322296,  tapi ditanggapi dengan marah-marah. “Kami mewakili pihak keluarga Iim Naimah binti Caya berharap agar pihak pemerintah (instansi terkait) seperti Disnakertrans Kabupaten Indramayu, BP3TKI, BNP2TKI, Depnaker-RI juga Kemenlu membantu permasalahan yang sedang dialami saudara kami. Tolong dibantu proses pemulangan maupun hak-haknya yang belum terselesaikan, karena masa kontrak kerja saudara kami sudah lama habis,” harap Muhamad.

Tim investigasi Global Post bersama LSM LPPNRI DPK Indramayu melalui TIM 7 coba menelusuri keluhan-keluhan dari masyarakat Indramayu, khususnya yang anggota keluarganya menjadi TKI sebagai PRT di Negara Saudi Arabia dan Timur Tengah,  ternya bukan hanya Iim Naimah yang mengalami penderitaan.

Dhani (42), warga Desa Bulak Blok Sana Rt.01 Rw.03, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan masalah isterinya Toeni Binti Karnawi (36) No. Paspor AM 920178 yang mengalami kecelakaan saat bekerja di Negara Saudi Arabia. Sampai saat ini belum jelas kepulangannya. Dia diproses melalui PT Peratama Lahji Mandiri, dengan alamat  Jl. Pisangan Lama I No.31, Jaktim Tlp. 021-4898348 dan berkantor pusat di Bumi Karang Indah No.3 Rt.11 Rw.01, Kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu Tlp. 0234-700365. Toeni Binti Karnawi diterbangkan pada tanggal 25 maret 2009. “Telepon majikannya adalah +966 503035458. Mohon agar isteri saya secepatnya dipulangkan dan diuruskan hak maupun asuransinya.” Tutur Dhani.

Wartam (56), warga Desa Sliyeg Blok Tempel Rt.03 Rw.04, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan tentang anaknya Eem Nuraeni binti Wartam (30), karena  putus komunikasi dan kesulitan untuk pulang. Eem Nuraeni diproses melalui PT. Binhasan Maju Sejahtera, dengan alamat  Jl. Asem Baris Raya No. 37 Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, telepon. 021-8305902/8291375/8291302. “Anaka saya diterbangkan pada tanggal 28 Mei 2006. Mohon bantuan agar anak saya segera dipulangkan dan diurus gajinya selama bekerja, karena masa kontrak kerja sudah lama habis” ujarnya.

Wardani (44), warga Desa Bunder Gang Arjuna Rt.02 Rw.01, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan tentang hak atau gaji anaknya selama bekerja dan belum terselesaikan, yakni Kasniti binti Wardani No. paspor AL 294924, yang  di roses melalui PT Trisula Bintang Mandiri, dengan alamat  Graha Binhasan Rukon Bukit Duri No.3 Lt.3 Jl. KH. Abdullah Syafe’i (Casablanca) Bukit Duri –Tebet, Jakarta Selatan, tetepon. 021-83785352, Email : Binhasan PT@yahoo.com.

Kasniti diterbangkan pada tanggal 14 April 2008 ke Negara Kuwait, majikan atas nama Hamad Ibrahim Abd Al-Ibrahim Al-Ansia, dengan alamat Mubarak Kabir-Block 5 ST 11 telp. 5424514/866777 dan dipulangkan pada tanggal 16 Januari 2011. 

“Kami berharap agar pemerintah untuk membantu agar hak anak saya yang belum terselesaikan segera diselesaikan. Pihak perusahaan, setelah kami datangi dan laporkan masalah anak saya selalu bilang sabar. Sampai saat ini setelah pemulangan anak saya tidak ada tembusanya kembali,” pungkasnya.

Rasmadi (32), warga Desa Bunder Blok Desa Rt.02 Rw.01, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan tentang isterinya Ani binti Narsa, yang selama ini tidak ada kabar beritanya atau putus komunikasi di Negara Syiria. Ia diberangkatkan oleh sponsor daerah dan PJTKI yang sulit dilacak keberadaannya. 
Ani diterbangkan pada tanggal 29 mei 2009 sampai sekarang. “ Isteri saya pernah menghubungi keluarga pada waktu 7 bulan bekerja melalui handphone milik majikannya, dengan Nomor +963112246760. Tapi sampai saat ini tidak ada kabar beritanya lagi. Karena, setiap kami hubungi nomor tersebut yang angkat majikan laki-laki dan selalu bilang tidak ada TKI yang bernama Ani Binti Narsa dari Indonesia. Kami dari keluarga mohon agar pihak terkait membantu untuk melacak keberadaan isteri saya agar menghubungi keluarga di Indonesia,” pintanya. 
Asnadi (45), warga Desa Malangsari Blok Impres Rt.08 Rw.02, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, kebingungan karena nasib isterinya Ade Koriansih binti Kadir Teja. Dari awal keberangkatannya pada tanggal 29-01-2007 sampai dengan sekarang di Negara Kuwait, tidak ada kabar beritanya (putus komunikasi). 

Pihak Sponsor daerah Agus dan perusahaan yang memproses PT Salha Putri Tunggal sudah sering diberi tembusan,  tapi hanya janji-janji saja tapi tidak ada buktinya. “Saya berharap agar pihak pemerintah (dinas terkait) membantu untuk melacak keberadaan isteri saya. Tolong segera dipulangkan dan diurus haknya selama bekerja,” ujar Asnadi. 

Apa tindakan pemerintah, khususnya instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Indramayu agar bisa membantu dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sedang menimpa para pahlawan devisa (TKI/TKW) asal Indramayu tersebut?

 Ruyati hanya contoh kecil yang dipublikasikan, karena masih banyak TKI-TKI kita yang sedang menghadapi permasalahan di negara tempatnya bekerja dan sangat membutuhkan uluran bantuan dari pihak pemerintah. (Heriyanto/Ladi Suwandi/Bastoni)
 
Top