GuidePedia


Mojokerto, Global Post 
Kusnadi, 48 tahun, asal Dusun Wonokerto, Desa Wonodadi, Kecamatan Kotorejo, Kabupaten Mojokerto, diciduk Polres Mojokerto di rumahnya. Ayah angkat Anyelir (nama samaran) itu dicemput petugas untuk dimintai keterangan terkait dengan kehamilan anaknya yang masih berusia 11 tahun tersebut. Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo menjelaskan, sesaat setelah jajaranya mendapat loporan dari seorang perangkat desa tentang seorang murid SD yang hamil tampa bapak, pihaknya langsung turun tangan. ”Akhirnya, kami turun langsung ke lokasi. Saat ini ayah angkatnya masih kami periksa di polres,” jelasnya
Dalam pemeriksaan  penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto, Kusnadi mengaku tidak tahu bahwa anak yang dia rawat sejak kecil itu tengah berbadan dua. “Pengakuan sementara, Kusnadi mengaku tak tahu siapa yang telah menghamili anaknya,” katanya.
         
Untuk menentukan siapa pelaku di balik kehamilan Anyelir, polisi juga telah memboyong boca lugu itu ke Mapolres Mojokerto. Rabu siang lalu boca berkulit sawo matang tersebut dijemput sejumlah perwira dari polres yang dipimpin langsung Kapolres Mojokerto.
Anyelir dimasukkan ke dalam mobil Honda Swift silver dan dikawal ketat oleh jajaran kepolisian. Bocah itu seakan tidak merasa malu saat puluhan kamera wartawan menyorot wajahnya. Bahkan, dia sempat tersenyum saat wajahnya berusaha ditutupi petugas. ”Terlalu dini untuk menyebutkan siapa tersangkanya. Sebab, kami baru saja memeriksa saksi,”kata Prasetijo
         
Sementara itu, sejumlah sumber di Mapolres Mojokerto menyebutkan, polisi memang telah mencurigai tiga orang yang sering tinggal di dalam satu rumah bersama Anyelir. Mereka adalah Kusnadi serta dua temannya, SL, 32 tahun, asal Losari, Desa Pakukuhan, Kecamatan Mojosari, dan SM, 35 tahun, asal Mojosari.

Saat dikonfirmasi terkait dengan tiga nama yang dicurigai masyrakat sekitar itu, Kasubag Humas Polres Mojokerto AKP Lilik Achiril Ekawati menuturkan bahwa pihaknya juga belum berani memastikan. ”Yang jelas, mereka akan kami periksa terkait kasus itu,” jelasnya.
         
Sesampai di Mapolres Mojokerto, Anyelir langsung masuk ke dalam sebuah ruangan di lantai I Satreskrim Polres Mojokerto. Di sana dia mengaku bahwa dirinya sering disetubuhi SL. “Dia mengaku, hanya SL yang menyetubuhinya. Tidak ada yang lain,” kata Lilik.
          
 Di tempat terpisah, Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Ary Fadili menyebutkan, tersangka pencabulan terhadap anak itu bakal dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.

Sebagaimana diberitakan, Anyelir,11 tahun asal Dusun Wonokerto, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, dikeluarkan dari sekolahnya di SDN Singowangi seminggu lalu. Siswi Kelas VI itu diketahui telah mengandung enam bulan. Namun, setelah muncul pemberitaan, pihak diknas menampik telah men-drop out siswi tersebut. Mereka memastikan bahwa siswi itu akan mengikuti Ujian akhir sekolah berstandar nasional. (Lexs)
 
Top