GuidePedia


Subang, Global Post 
Pemukulan anggota Pemuda Pancasila yang sehari hari mengais hidup di Pasar Panjang, Jalan  Sutaatmaja  oleh pejabat Satpol PP Setda Subang, berbuntut panjang. Kasus itu kini ditangani pihak Polres, termasuk kepemilikan Senjata api (senpi) oleh Kasidalops Satpol PP berinisial IN yang dibuat mengancam bahkan sudah diacungkan ke anggota Pemuda Pancasila. Pada saat rombongan Pemuda Pancasila memberi dukungan solidaritas kepada rekannya sesama anggota Pemuda Pancasila, Kasidalops Satpol PP semena-mena membentak hingga sampai memukul anggota Pemuda pancasila.
Akibat dari arogansi IN, Ketua MPC Pemuda Pancasila geram dan segera melakukan konsolidasi kepada pihak terkait hingga melaporkan kejadian ini kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Subang Rahmat Solihin dan menempuh jalan damai bertempat di rumah dinas Bupati Subang.

Ketua MPC  PP Endang Lentuk pun bersedia berdamai dengan catatan IN harus segera dicopot dari jabatannya sebagai Kasidalops Satpol PP. Selain itu, IN diminta mengakui perbuatannya dan minta maaf kepada Pemuda Pancasila melalui media.

Endang Lentuk mengatakan jika pemerintah daerah Subang tidak segera mengambil langkah-langkah itu, pihaknya akan menarik dukungannya dari Pemkab Subang dan akan menjadi front dengan Pemkab Subang.
Pemintaan Endang Lentuk itu dibenarkan Kepala Satpol PP Setda Subang, Drs. Asep Setia Permana Msi. “Benar ada permintaan Ketua MPC PP kepada Sekda, namun permintaan itu akan kita laporkan kepada bupati dan bupati nanti akan memberi petunjuk tentang permintaan Ketua MPC PP untuk mencopot IN dari jabatan Kasidalops Satpol PP,” ujarnya.

Permintaan Ketua MPC. PP agar segera mencopot IN dari jabatannya mendapat dukungan dari insan pers, karena selama ini tipikal IN sudah membuat dongkol nsan pers.

Semua persoalan berawal dari status Pasar Panjang yang tidak jelas. Kesannya status Pasar Panjang llegal, namun dilindungi oleh oknum-oknum Satpol PP. Terbukti Pos Penjagaan milik Satpol PP disewakan kepada Koperasi Bina Usaha milik Rusli yang sekaligus dinilai sebagai pengelola Pasar Panjang liar.

Konon, pungutan kepada pedagang pun dilakukan oleh satpol PP, walau minjam tenaga orang lain yang berkoordinasi dengan Rusli. “Padahal, jelas lahan Pasar Panjang masih dalam sengketa,” ujar Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Subang  Heryadi dengan  geram.

Ketua KWRI ini juga meminta pihak Pemkab Subang segera menutup dan memindahkan para pedagang ini ke tempat yang layak agar tidak menganggu jalan dan membuat kumuh, serta membuat bau tidak sedap. (Djoging)
 
Top