GuidePedia


Bekasi, Globa Post 
Seorang gadis cilik nan cantik, Nurpiati (8), tidak memiliki anus, sehingga dia tidak memiliki saluran pembuangan kotoran. Karena tidak punya uang yang mencukupi untuk berobat, dia tidak digubris manajemen Rusmas Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Selama ini dia selalu menahan nyeri saat membuang kotoran yang melewati saluran kemihnya.Untuk mengatasi penderitaannya, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebenarnya telah menerima rujukan dari Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi, dengan surat rujukan No.235/AM/RSD/III/2010 atas nama pasien Nurpiati, diagnosis marforina anoreksal (letak tinja).

Persyaratan administrasi yang dipenuhi oleh pasien adalah surat keterangan tidak mampu No.448.3/83/SKTM-SM/III/2010 tertanggal 9 Maret 2010, yang dikeluarkan oleh Kantor Desa Sukamahi, Kecamatan Tambun Utara.

Selain itu ada Surat Rujukan Puskesmas Sri Anur Kepada TS. Dokter/bagian bedah RSD Kabupaten Bekasi tertanggal 17 Maret 2010, selanjutnya dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung.
Sekretaris Desa Sukamahi, Darson, yang juga berharapa agar Nurpiati bisa ditangani oleh pihak terkait secara medis, mengaku mendapat kabar bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung belum bisa memberikan waktu untuk Nurpiati. “Karena masih menunggu giliran,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Darto saat ditemui di rumah Nurpiati mengatakan, Nurpiati Dulu sempat dibawa ke RSCM untuk dioperasi, karena keterbatasan ekonomi maka Nurpiati dibawa pulang. “Sejak dilahirkan anak itu (Nurpiati) tidak memiliki anus,” katanya.

Meskipun tidak punya anus, Nurpiati adalah anak yang cerdas dalam mengikuti kegiatan belajar di SDN 01 Sukamahi, sehingga Darto pun terus berjuang untuk kesembuhan Nurpiati.
“Nurpiati sudah di bawa ke RS Hasan Sadikin Bandung, dua kali pergi kesana tapi hasil nihil. Saya juga pernah mengajukan surat permohonan bantuan kepada Sekda Kab. Bekasi Dadang Mulyadi, tetapi tidak ada jawaban sama sekali,” katanya menyesal.

Camat Tambun Utara Suharto A mengatakan, Nurpiati terus mengalami pertumbuhan dan sebentar lagi menjadi gadis remaja, yakni mendekati saat-saat menstruasi.
“Jadi, untuk produski nanti, dia berbahaya. Ini saya mau ke Mitra mendampingi keluarga Nurpiati, karena ada penyandang dana yang tidak mau disebutkan namanya siapa. Kalau dana SKTM diambil dari APBD hanya 7 sampai 12 juta, tidak cukup untuk operasi Nurpiati,” ujarnya. (Rhagil-red)
 
Top