GuidePedia


Bogor, Global Post 
Nasib Kepala sekolah SDN 01 Jambu luwuk Siswanto saat ini di ujung tanduk. Saat ini dia menunggu keputusan dari Kepala UPTK Ciawi Jainudin, untuk disampaikan kepada pihak Dinas Pendidikan. “Kita tunggu saja laporan dari kepala UPTK Ciawi baru nanti kita pelajari kembali, sanksi apa yang pantas dijatuhkan pada seorang kepala sekolah yang telah menyalahgunakan dana BOS tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan saat ditemui Global Post usai acara pembukaan Piala Emas Rahmat Yasin III (PERY III) di Lapangan Persikabo, Kamis (28/4). Menurut Didi saat ini pihaknya belum menerima tembusan dari kepala UPTK Ciawi. Namun, pihaknya telah bisa memastikan kepsek yang telah menyalah-gunakan dana BOS. “Jika terbukti akan diberikan sanksi,” ujar Didi Kurnia.
Sebagaimana yang diberitakan koran ini minggu lalu bahwa kepala sekolah SDN Jambu Luwuk Siswanto diduga telah menyalahgunakan dana BOS sekitar Rp 9 juta. Siswanto sendiri mengakuinya dan siap mengganti uang tersebut, namun hingga berita ini dikirim ke redaksi Siswanto belum mengganti uang tersebut.
Kepala UPTK Ciawi Kabupaten Bogor Jainudin saat dihubungi via telepon, juga  mengatakan bahwa sampai hari ini (Kamis, 28/4) pihaknya belum mendapat laporan hasil tertulis kapan uang tersebut akan diganti kepala sekolah itu. “Kamipun belum dapat memberitahu sanksi apa yang akan diberikan kepada pihak kepala sekolah,” ujar Jainudin.
Rony Kusmaya selaku Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor membenarkan sudah ada kesepakan antar kepala sekolah dan guru serta UPTK bahwa kepala sekolah yang bersangkutan akan mengembalikan uang sejumlah kurang lebih Rp 9 juta tersebut.
Namun, Rony tetap menyarankan kepala pihak UPTK agar segera melaporkan kepada pihak Dinas Pendidikan. “Sekarang, sesuai PP 53 tahun 2010 bahwa jika ada kesalahan yang dilakukan kepala sekolah yang bersifat merugikan interen sekolah tersebut, maka yang akan memberikan sanksi adalah atasannya langsung seperti kepala UPTK,” ujarnya. (Dauri/Sop)
 
Top