GuidePedia


Ciamis,  Global Post
Sidang dugaan penistaan Agama Islam, dengan terdakwa Ondon yang mengaku dirinya sebagai nabi ditunda karena tidak ada pengaca yang mendampingi terdakwa. Namun, Koordinator  Front Pembela Islam (FPI) dalam orasinya di depan Gedung Pengadilan Negeri Ciamis, mengancam akan mengarahkan jumlah yang lebih besar kalau pengadilan mengulur–ulur waktu. “FPI marah besar, berang dan terpaksa Ondon dijaga super ketat,  untuk dikembalikan lagi ke hotel prodeo, untuk menunggu sidang lanjutan yang akan di gelar minggu depan. Sangat disayangkan ketika sidang perdananya di gelar di Pengadilan Negeri Ciamis hanya berjalan sekitar 15 menit, sidang di tutup dengan alasan terdakwa belum didampingi kuasa hukumnya,” ujar Ketua Pengadilan Negeri Ciamis di ruang kerjanya, Kamis (28/4), ketika menerima audensi Pimpinan Umum  Laskar  Pembela Islam (LPI) Cabang Daerah Ciamis
.Dalam audensi  itu, Ketua Umum DPW LPI mengatakan, akan terus mengawal jalannya persidangan sampai tuntas dan terdakwa dihukum penjara seberat mungkin sesuai dengan perbuatannya. “Untuk memberikan efek jera,” katanya. 

Sementara Ketua Pengadilan Negeri Ciamis berharap dalam memimpin sidang terkait dugaan penistaan Agama Islam tidak ada intervensi dari pihak lain. “Kita akan bekerja sebaik mungkin,” katanya.
Usai audensi dengan Ketua Pengadilan Negeri Ciamis,  Ketua Umum FPI DPW Ciamis bersama kuasa hukumnya langsung menuju halaman Kantor Pengadilan Negeri Ciamis untuk menenangkan Laskar LPI yang berorasi di depan halaman Gedung Pengadilan Negeri Ciamis.

Dikatakan Almukarom Ketua Umum LPI DPW Ciamis, sidang ditunda dan akan dilanjutkan Rabu (4/5), karena terdakwa Ondon tidak didampingi kuasa hukumnya dan dari pihak Pengadilan Negeri Ciamis sudah menawarkan LBH, tapi Ondon  menotolak. “Kita hargai hukum dari Pengadilan Negeri Ciamis dalam mengambil keputusannya,” ujarnya. 

Dia mengimbau agar anggota  Laskar Pembela Islam  tetap tenang dan tertib untuk mengawal jalannya persidangan. “Jangan ada tindakan anarkis,  apapun jaga akhlakulkarimah, jaga bahasa kita, jaga persatuan, jaga kesatuan. Karena perjuangan ini adalah jihat dan tulus untuk menyelamatkan umat Islam,” katanya. (Herman B)
 
Top