GuidePedia

Bandar Lampung, Global Post
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Buruh Lampung (IKBL) Agus Bunada bersama Herman Hn, Walikota Bandar Lampung serta ribuan buruh dari berbagai perusahaan memilih cara tersendiri dalam memperingati Hari Buruh (May Day) se-Dunia, Minggu (1/5) lalu. Ya, IKBL dalam memperingati Hari Buruh tidak turun ke jalan untuk demontrasi, melainkan menggelar doa bersama di halaman kantor usaha kecil menengah (UKM) Jalan Tranmigrasi Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Hadir pada acara tersebut Walikota Bandar Lamping Drs. Herman HN MM, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza, Kapolres Bandar Lampung Gontor Fartio Gaffar, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Domiril Hakim, pejabat Kota Bandar Lampung, pengurus IKBL serta buruh yang berasal dari berbagai perusahaan.

Ketua DPD IKBL Agus Sunada dalam sambutannya meminta kepada Pemeintah Provinsi serta Pemerintah Kota (Pemkot) dalam hal ini Walikota Herman HN agar dapat merealisasikan tuntutan buruh untuk menaikkan upah buruh, khususnya yang tergabung dalam IKBL. “Karena upah buruh yang sekarang sudah tidak layak lagi, hal ini mengingat tingginya kebutuhan hidup yang dihadapi para buruh,” katanya.

Menurut Agus sistem kerja kontrak (outsourching) harus dihapuskan karena pada prinsipnya kerja kontrak yang demikian sangat merugikan buruh. “Mengapa merugikan buruh, karena honor yang diterima tidak langsung kepada yang bersangkutan, selain dari itu juga tidak adanya kepastian sebagai karyawan tetap, sementara usia makin bertambah,” ujarnya.

Ditegaskan Agus, pihak perusahaan agar berlaku adil tidak berlaku diskriminatif terhadap buruh. “Apapun kebijakan perusahaan harus dibicarakan terlebih dahulu kepada perwakilan pekerja (buruh) yang ada di perusahaan,” katanya.
 Sementara Walikota Herman dalam sambutannya menyatakan kesetujuannya Hari Buruh diperingati dengan berdoa dan bersilaturahim. “Kita bermunajat pada Alloh SWT agar ke depan nasib buruh menjadi lebih baik,” ujarnya.

Herman memberikan apresiasi kepada buruh yang tergabung di IKBL, karena memperingati May Day dengan cara doa bersama. “Lebih baik daripada demontrasi turun ke jalan yang pada ahirnya akan menimbukan keresahan di masyarakat,” tuturnya.

Pemkot  Bandar Lampung, kata Walikota, akan selalu siap memfasilitasi dan menjadi mediator antara buruh dengan perusahaan. Oleh karenanya, Herman meminta agar buruh tidak mudah untuk disusupi oleh gerakan-gerakan yang berada di luar perusahaan. (Misrul–Helmi)  
 
Top