GuidePedia

Bekasi, Global Post 
Dengan cepatnya pertumbuhan perekonomian rakyat disertai cepatnya perkembangan jumlah penduduk, menjadikan Disperindag Kota Bekasi segera menata kembali  lingkungan perdagangan. Sebab, kalau tidak secepatnya ditata, maka akan timbul kecemburuan sosial serta akan mengganggu perkembangan para pedagang bermodal lemah. Di satu sisi, mini market dan pusat grosir/perkulakan merupakan sumber PAD bagi Pemeritah Kota (Pemkot) Bekasi, di sisi lain perekonomian para perdagang lemah harus diperhatikan secara serius, baik dalam hal pembinaan  maupun permodalan. “Para pedagang itu juga merupakan tulang punggung perkomonian Pemkot Bekasi,” M Ridwan, Kabag Perdagangan Pemkot Bekasi.

 Namun, dia mengingatkan, bantuan dari pihak Pemkot Bekasi hanya  bersifat fasilitator. “Prinsip kami semua akan dirangkul  selama saling menguntungkan untuk memajukan pekonomian Kota Bekasi. Sedang masalah perekembangan dalam hal peizinan usaha perdangan (HO) terhitung sejak awal Januari hingga April 2011 ini, ada peningkatan 225 perizinan perdagangan (HO). Jelas ini perkembangan perekonomian mendatang sangat baik  di bidang perdagangan,”  kata M Ridwan
         
Adapun masalah jumlah mini market atau pusat grosir, kata M Ridwan, yang tersirat dan tercatat ada 341 unit mini market. “Ini pun tetap tidak terlepas pengawasan pihak pemkot. Kalau ada yang liar misalnya tidak ada izinnya, maka kami akan melakukan penegoran berulang kali, hingga penegoran melalui surat berulangkali (tiga  kali-red) untuk melengkapi surat izinnya. Apabila upaya yang dilakukan tidak diindahkan, maka mini market atau pusat grosir/perkulakan tersebut kami segel dan dibekukan, bahkan kantor pusat mini market maupun pusat grosir/perkulakan tersebut dicabut surat izinnya,” katanya.
          
Disinggung mengenai mini market atau pusat grosir/perkulakan yang menjual makanan atau minuman kadaluarsa, kata M Ridwan, kalau tertangkap tangan atau ada laporan masyarakat dengan bukti, maka pihaknya akan melakukan  sidak terlebih dahulu, untuk memeriksa hingga ke gudang-gudangnya dan semua barang yang kadaluarsa tersebut diambil sebagai   alat bukti peringatan pertama hingga tiga kali berturut-turut.
          
“Kalau masih terjadi penjulan barang kadaluarsa, kami akan melakukan pembekuan bahkan mencabut surat izin perdagangannya dan selanjutnya diserahkan ke pihak  kepolisian, untuk diusut sesuai hukum yang berlaku. INi dilakukan untuk menjamin serta mengantisipasi agar tidak ada yang dirugikan yang bisa mengakibatkan cacat seumur hidup atau kematian. Kita bekerja untuk kemajuan bersama sesuai dengan visi dan misi kota Bekasi  “Cerdas, Sehat dan Ikhsan,” kata M. Ridwan. (Nana Suganda)    
 
Top