GuidePedia

Bekasi, Global Post 
Bantuan keuangan yang diimpikan tak kunjung cair. Utang uang melilit ekonomi keluarga. Inilah kisah beberapa kepala sekolah yang terjebak dengan iming-iming oleh oknum berinisial KH beserta BR. Dimana, KH ketua team suksesi dan BR sebagai bendahara team suksesi mengutip sejumlah uang dari beberapa kepala sekolah (42 sekolah-red) sebagai jasa pembuatan proposal agar bisa mendapatkan bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun 2010. Salah seorang sumber terpercaya, yang juga sebagai kepala sekolah yang menjadi korban iming-iming oknum tersebut, mengatakan bahwa awalnya dirinya sangat percaya dengan janji KH melalui kroni-kroninya yang menjanjikan bahwa mereka bisa mengusahakan di pusat agar sekolah yang dipimpinnya mendapat bantuan keuangan dari APBNP sebesar Rp.700 juta.

“Tapi, saya diminta harus membayar terlebih dahulu Rp.4.000.000,- sebagai jasa pembuatan proposal dan Rp.500.000,- untuk biaya pertemuan di Puncak, Bogor, dalam rangka penandatanganan MoU. Kwitansi transaksi lengkap dengan tanda tangan KH dan BR,” ujarnya.

Dijanjikan bantuan direalisasikan sekitar bulan Agustus 2010, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. “Kami terlilit hutang karena uang yang kami setorkan kepada KH dan BR adalah uang pinjaman,” tutur sumber sambil meminta namanya dirahasiakan, namun bersedia menjadi saksi di depan proses hukum.
Saat dikonfirmasi Global Post terkait masalah ini, KH seperti plin-plan memberikan keterangan, bahkan melalui pesan singkatnya, Kamis (5/5) KH mengatakan, “Anda tidak mendukung pendidikan,  justru menghambat pendidikan. Coba hubungi nomor ini minta ijin sama Mas Bambang.”

Penegak hukum di wilayah Kabupaten Bekasi diminta agar turut mengungkap iming-iming oknum KH dan BR kepada beberapa kepala sekolah. Pengembangan investigasi kronologis selengkapnya akan dikupas tuntas pada edisi yang akan datang. (Vic/Zalu)    
 
Top