GuidePedia


Bogor, Global Post
Walikota Bogor Diani Budiarto menyindir rumah sakit di Bogor yang menolak memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Padahal, Pemerintah Kota Bogor menjamin akan membayar seluruh biaya rumah sakit yang dibebankan kepada masyarakat. “Apa perlu kartu kredit walikota? Kalau perlu petugas rumah sakit telepon walikota, tanya langsung apa siap bayar,” ujarnya saat  peresmian empat Puskesmas, yang  dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan dan para stake holder, termasuk perwakilan dari RS Azra, RS Islam Bogor, RS Karya Bhakti, RS Salak dan RS BMC, Rabu (27/4).


Walikota menyesalkan  sikap Rumah Sakit yang menolak pasien yang berasal dari masyarakat miskin. Apalagi bila penolakan itu berimbas pada kematian. “Yang terpenting bagaimana pasien diterima dan ditangani dulu. Pemerintah daerah sudah men-declair, pemerintah daerah sudah berkomitmen, berapapun yang harus kita bayar sesuai ketentuan akan dibayar,” janjinya.
Untuk itu, Diani mengimbau, bila masih juga ditemukan laporan masyarakat perihal penolakan rumah sakit, maka akan segera dibuat surat edaran. Isi surat edaran sebagai berikut: “Bila ada yang sakit, harap segera telepon rumah Walikota.”.
Walikota mengharapkan, kalaupun ruang kelas III rumah sakit tersebut sudah penuh , dapat dititipkan sementara di kelas II. “Bila sampai ada yang mati, maka tanggung jawab dunia akhirat,”ingatnya.
Untuk itu, Diani mengharapkan agar keberadaan Puskesmas, dapat menjadi alternatif masyarakat. Apalagi bila di Bogor nanti tersedia puskesmas yang 24 jam. Dengan adanya puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap, maka pasien dapat di rawat di puskesmas sambil menunggu adanya ruangan di rumah sakit. (Dauri/sop)
 
Top