GuidePedia


Pandeglang, Global Post 
Tidak adanya keseriusan pengelolaan aset yang dilakukan oleh bidang terkait menimbulkan berbagai persepsi dari banyak kalangan. Hal ini mengemuka lantaran inventarisir aset yang bergerak maupun tidak bergerak, dari sejak lama selalu menimbulkan persoalan, bahkan sebagian diantaranya diklaim menjadi hak milik perorangan. Disamping itu, aset yang dikomersilkan secara ilegal oleh oknum pejabat diduga tidak ada pemasukan ke Kas daerah, dampaknya pemerintah mengalami kerugian dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
 Seperti yang telah dilansir berbagai media cetak, aset daerah yang disekitar pasar Pandeglang berbentuk bangunan eks rumah dinas sosial, kini beralih fungsi menjadi kios kelontongan sebanyak 5 kios dengan harga sewa tanah bangunan diperkirakan mencapai diatas Rp. 10 juta pertahun.
Ironisnya, uang hasil sewa tersebut diduag kuat tidak masuk ke Kas daerah, dan diketahui masuk ke no rekening salah satu oknum pejabat.
  
Namun, meski persoalan ini mencuat, tetapi pihak terkait sebut saja Bidang Aset Dinas pengelola keuangan dan aset Kabupaten Pandeglang sama sekali tidak melakukan tindakan klarivikasi serta kembali mengambil alih aset yang disalah gunakan oleh oknum pejabat.
  
Akibat tidak adanya keseriusan dari Bidang Aset, kini muncul kembali persoalan yang sama, yakni tanah dan bangunan milik Pemda Pandeglang juga beralih fungsi menjadi rumah makan dibawah pengelolaan oknum pejabat, dugaan serta tidak ada kontribusi terhadap Kas daerah dan diduga ada konsfirasi dengan oknum Bidang Aset.

Tidak hanya itu, oknum pengelola rumah makan tersebut juga telah menghilangkan aset yakni penebangan pohon berumur puluhan tahun tanpa ada surat resmi.
 Inspektorat Kabupaten Pandeglang, H.Sukran selaku Inspektur saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan, ia berjanji akan memanggil pihak terkait dan diminta pertangungjawaban untuk ditindak lebih lanjut sesuai prosedur hukum.

“Saya sudah sering memanggil Bidang Aset untuk segera menyerahkan data, akan tetapi sampai saat ini belum ada,” terangnya. Dia menenggarai, bahwa data aset selama ini tidak pernah ada karena pejabat di Bidang Aset tidak memiliki latar belakang khusus dan kurang profesional, sehingga data inventarisir Aset belum kunjung selesai.

Kepada semua pihak, dia berharap agar selalu melakukan pengawasan terhadap Aset Pemda yang merupakan milik masyarakat Pandeglang, serta tidak segan-segan untuk melaporkan berbagai masalah aset kepada pihak berwenang karena dinilai merugikan Pemda Pandeglang. (Ian)
 
Top