GuidePedia


 Bogor, Global Post - Walikota Bogor, Diani Budiarto, melepas 149 Tenaga Kontrak Kerja (TKK)dan Wiyata Bhakti di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Pelepasan sekaligus dibarengi dengan pemberian uang kadeudeuh bagi para TKK yang telah berusia 56 tahun atau lebih per 1 April 2011. Prosesi berlangsung di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda Nomor 10 pada Kamis (21/4). Hadir dalam kesempatan tersebut segenap asisten dan kepala unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Pelepasan sejumlah TKK ini berdasarkan Kepwali Bogor No. 880.45-78 Tahun 2010 tentang Penetapan Batas Usia Pegawai Tenaga Kontrak Kerja/ Honorer di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor dan Kepwali Bogor No. 880.45-23 Tahun 2011 tentang Pemberhentian Pegawai Tenaga Kontrak Kerja/ Honorer di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

Dalam sambutannya Diani menyampaikan agar para TKK yang memasuki masa purna bhakti agar tetap optimis dan merintis usaha. “Kita harus bisa memanfaatkan sisa umur. Cari kegiatan agar memperoleh tambahan ilmu,” ungkapnya.
Diani bahkan menambahkan apabila tenaga mereka masih diperlukan, tidak menutup kemungkinan kalau sewaktu-sewaktu masih bisa dipekerjakan lagi.

Terkait dengan hal tersebut, Diani juga berharap agar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) bisa berupaya untuk bantu menghidupi anggotanya. “Selain lewat pertemuan tiap 2 bulan yang digelar PWRI, hendaknya juga dibuat koperasi atau usaha sehingga pensiunan bisa bergabung,” harapnya.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) Mei mendatang Diani juga berharap PWRI dapat memilih pengurus yang benar-benar peduli dan melakukan tindak nyata dalam bentuk kegiatan. “Uang kadeudeuh yang diberikan semoga bisa bermanfaat dan menjadi modal usaha,” pesan Diani.

Adapun besarnya uang kadeudeuh yang diterima masing-masing pensiunan berkisar antara Rp4 Juta hingga Rp 14 juta. Jumlah ini didasarkan pada lama masa kerja masing-masing TKK.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu merupakan bagian dari sistem dan siklus, jadi tidak akan dilupakan. Apapun yang sudah dilakukan selama ini baik buruknya merupakan tabungan di hari kemudian,” pungkasnya. (Dauri/Sop)
 
Top