GuidePedia


Nunukan, Global Post 
Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kabupaten Nunukan-Kaltim Drs H Muhammad Kasim A MM, mengatakab bahwa Pelabuhan Tunon Taka mempunyai prospek yang cukup besar, karena lokasinya berada  daerah perbatasan. “Namun  demikian, perlu pengawasan dan pengamanan yang ketat menyangkut perbatasan antar kedua negara sehingga betul-betul kita dalam hal pelaksanaan ketentuan atau undang-undang(uu) itu bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin,” ujar Kasim kepada Global Post, belum lama ini.
Terkait pelabuhan itu, Kasim mengaku bahwa sejak ditugaskan selaku kepala adpel di Kabupaten Nunukan, hasil kinerja Pemerintah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) (pemda) selama kurang lebih 10 ini telah menunjukan hasil yang baik, namun masih perlu perbaikan-perbaikan.

“Keberdaan Pelabuhan Lamijung merupakan keputusan bersama antar Pemerintah Indonesia dan Malaysia. Ini merupakan kebijakan yang sangat bagus, karena pelayanan bisa lebih tertib, lebih baik dan sesuai dengan ketentuan. Kita juga akan menjadi obyek penilaian khusus oleh negara-negara tetangga,” ujarnya.
      
 Intinya, lanjut kepala adpel, pihaknya akan akan memberikan kesempatan kepada pengusaha apakah itu BUMD atau swasta lainnya untuk melakukan pelayanan publik di pelabuhan tersebut. ”Jadi, tidak ada lagi unsur monopoli, justru memberikan kesempatan untuk bersaing yang lebih baik,” terangnya.
      
 Kepala Adpel Nunukan mengatakan bahwa dengan adanya kesempatan bersaing akan tercipta profesionalisme yang baik. “Karena, dalam persaingan itu mereka akan memberikan pelayanan yang terbaik dan terjadi profesionalisme yang tinggi,” ujarnya.

Kasim mengaku sangat bersyukur, karena selama ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga mau bekerjasama dengan pihaknya. “Saya diberikan kesempatan untuk meninjau beberapa tempat yang merupakan perbatasan seperti Batam, Tanjung Balai, Karimun. Sudah ada di Indonesia yang memiliki BUP (Badan Usaha Pelabuhan), dan daerah sudah bisa mengusahakan sendiri,” ujarnya.
          
 Karena itu, Kasim berharap agar ijin Pelabuhan Tunon Taka dipercepat, apalagi anggota Komisi V DPR RI telah mengunjunginya. “Saya berharap DPR RI juga mendukungnya, sehingga kita memiliki arus lintas batas(ALB) dan tidak menutup kemungkinan ada pengembangan-pengembangan ke depan,” katanya. (Rm/GP)
 
Top