GuidePedia


Bogor, Global Post
Karena dianggap telah melakukan kesalahan terhadap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kepala SDN Jambu Luwuk Ciawi, Kabupaten Bogor, akan dikenakan sanksi. Pemberian sanksi itu dikemukan Rony Kusmaya, Humas Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kepada Global saat dihubungi via telepon selulernya, Kamis (21/4). “Kita telah melakukan pengecekan dan telah bertemu langsung dengan kepala sekolah. Dari hasil pertemuan tersebut kepala sekolah Siswanto telah mengakui perbuatannya melanggar aturan dan berjanji akan mengembalikan uang yang sudah terpakai tersebut dan berdasarkan aturan,” jelas Rony.

Meskipun dana tersebut sudah dikembalikan, kata Rony, yang bersangkutan tetap akan diperoses dan akan diberikan sanksi. “Hanya saja, yang berhak menjatuhkan sanksi tersebut bukan Kepala Dinas Pendidikan melainkan atasan kepala sekolah tersebut yakni UPTK Ciawi sebagai mana yang tercantum dalam PP 53 tahun 2010,” ujarnya.

Saat ditanya kira-kira sanksi apa yang akan diterima oleh kepala sekolah yang telah menyelahgunakan dana BOS tersebut,  lagi-lagi Rony mengaku tidak tahu. “Itu urusan UPTK, tetapi jika UPTK tidak menjatuhkan sanksi terhadap sang kepala sekolah,  maka Kepala UPTK tersebut yang akan mendapatkan sanksi dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” tambah Rony.

Sementara Kepala Sekolah SDN Jambu Luwuk saat ditemui di kantornya mengaku masalah tersebut sudah beres dengan pihak Dinas Pendidikan dan UPTK. Hanya saja kemungkinan UPTK belum memberikan tembusan ke pihak Dinas Kabupaten. Siswanto yang mengaku berasal dari keluarga aparat tersebut

selain diduga banyak menyalahgunakan dana BOS dengan cara memberikan tanda tangan terhadap para guru dengan kwintansi, dia juga diduga telah banyak meminjam uang koperasi secara berlebihan dan sampai saat ini belum dikembalikan. Namun, kata Siswanto, kalau urusan koperasi itu urusan pribadinya.

Untuk mengetahui dengan jelas sanksi apa yang akan diterima sang kepala sekolah tersebut, wartawan mencoba mendatangi UPTK Ciawi, namun sayang kepala UPTK Jainudin tidak ada di tempat. (Dauri/Sop)
 
Top