GuidePedia


Bekasi, Global Post 
Sejumlah wajib pajak kendaraan bermotor menilai pelayanan Kantor Samsat Kabupaten Bekasi di Cikarang lebih tertib dibandingkan dengan Kantor Samsat Kota Bekasi di Jalan A Yani, yang tampak semrawut bak 'pasar'. "Di sini, pengurusannya lebih cepat dan tertib. Di sana (Samsat Kota Bekasi), sampai sekarang ramainya seperti pasar," kata Erwan , seorang wajib pajak yang sedang menunggu proses perpanjangan STNK di Samsat Kabupaten Bekasi, kemarin. Erwan, warga Cibitung yang selalu mengurus sendiri pembayaran pajak kendaraannya, mengatakan di Samsat Cikarang tidak sembarang orang boleh masuk ke ruang kerja. "Lihat saja tuh, nggak ada orang sliweran di dalam," katanya. Seharusnya, kata Erwan, petugas bersikap tegas dan berani melarang setiap orang masuk jika tidak jelas kepentingannya.

Menurut pengamatan Global Post, Rabu (20/4), pelayanan di Samsat Cikarang tampak tertib. Di ruang kerja pun tidak semrawut karena hanya mereka yang berkepentingan boleh masuk. Sedangkan ruang tunggu yang tidak sepadat Samsat Kota Bekasi.

Namun, menurut petugas, masih banyak wajib pajak yang menyerahkan pembayaran kepada biro jasa. Salah satu alasannya, mungkin karena sebagian wajib pajak belum paham lokasinya, sejak Kantor Samsat Kota dan Kabupaten Bekasi dipecah pertengahan tahun lalu.

Menjawab pertanyaan Global Post ,Kepala Kantor Samsat Kabupaten Bekasi, Gunawan Rahmat SH mengatakan setiap hari pihaknya memproses sekitar 600 hingga 700 berkas. "Ya, ini lebih sedikit dibanding Kota Bekasi," katanya.

Mengenai ketertiban, kata Gunawan Rahmat SH, jajarannya bertekad akan selalu menjaganya. Jika tidak tertib lanjutnya, tidak mungkin dapat melayani masyarakat dengan optimal. Selain itu, larangan masuk bagi yang tidak berkepentingan antara lain untuk meminimalisasi penyimpangan, seperti hilangnya dokumen penting. "Kami tidak melarang masuk jika memang ada kepentingannya, silakan, pasti kami layani. Saya ingin melayani wajib pajak secara optimal," tegasnya. (Zal)
 
Top