GuidePedia


Gunung Sugih, Global Post
Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak keunggulan karena didukung oleh keadaan alam yang potensial serta masyarakat yang sebagian besar merupakan petani. Kondisi tersebut memungkinkan untuk dikembangkannya berbagai jenis tanaman baik untuk skala kecil maupun besar. Tidak salah apabila orang selalu beranggapan bahwa Kabupaten Lampung Tengah mempunyai prospek dan peluang yang sangat besar terutama dalam pengembangan budidaya aneka tanaman hortikultura. Program pengembangan kawasan buah bertujuan untuk menjamin kesinambungan pasokan buah ke pasar baik dalam dan luar negeri serta mencapai skala usaha yang ekonomis dengan menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas dan meningkatkan luas tanam sehingga usaha agribisnis yang dilakukan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih baik kepada petani
.
Kampung Negara Aji Tua merupakan sentral tanaman holtikutura (buah-buahan tahunan) termasuk pelaksanaan perbanyakan bibit tanaman buah-buahan. Belum lama ini, Wakil Bupati  Ir Mustafa MH mengikuti panen jeruk perdana di wilayah Kelompok Tani Harapan Maju II, Kampung Sriwayah Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah.

Wakil Bupati Lampung Tengah Ir Mustafa MH, didampingi Kepada Dinas Pertanian  Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung Tengah, Ir. Timbul Iryanto, Kadis Bina Marga Lamteng, Ir Idris, Kadis Cipta Karya Lamteng, Ir. Muhibattulah, MM, Kadis Hutbun, Ir. Johan Awali Zubair, Kepala Bagian Ketahanan Pangan dan penyuluh pertanian, Ir Isyanto, Sekretaris Penanggulangan Bencana, Edwar Kusuma, S.Sos, MM, Kabag Perekonomian Lamteng Ris Munandar, SE, Camat Anak Tuha dan Uspika Kecamatan, para Kakam di Kecamatan Anak Tuha serta Ketua Gapoktan Harapan Maju II, Mujiyono, Rabu tanggal 20 April 2011, melaksanakan panen perdana jeruk manis di wilayah Kelompok Tani Harapan Maju II, Kampung Sriwayah Negara Aji Tua, Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah.

Ketua Gapoktan Negara Aji Tua, Mujiyono mengatakan bahwa bantuan program jeruk seluas 15 ha tahun 2006/2007, saat ini sudah bisa dipanen bahkan sudah bisa dipasarkan dengan harga rata-rata Rp 7000/kg. Untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman jeruk yang sudah ada (15 ha) petani melalui ketua Gapoktan mengharapkan Pemkab Lamteng dapat membantu beberapa hal yang sangat dibutuhkan yaitu kapur pertanian sebanyak 10 ton, pestisida sejumlah 2 dos (box) untuk pengendalian kepik hijau, hand sprayer sejumlah 20 unit untuk 20 orang anggota kelompok tani, pembuatan sumur bor untuk mengantisipasi kondisi musim kemarau dan kegiatan pembibitan, pengembangan kebun pembibitan tanaman buah-buahan, diversifikasi tanaman buah/bibit tanaman buah yang lain untuk dikembangkan serta bantuan pemasaran keluar wilayah/daerah. (Syarif/Bp/Hms)
 
Top