Redaksi    Tajuk Global Post    Cerpen    Opini    Hiburan    Under Cover    Olahraga    Iklan    Pengunjung   
Home » » MUI Perspektif Tentang KB

MUI Perspektif Tentang KB

Posted by Sku Global Post on Minggu, 03 April 2011


Semarang, Global Post
Menguak sebagaimana jauh sebuah keluarga dengan menyikapi berkembangnya jumlah penduduk di Jawa Tengah, melibatkan tokoh-tokoh Agama, sementara dari Bidang Penelitian Studi Rumah Tangga dan Keluarga, menyampaikan bahwa keluarga adalah kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki, esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya.

“ Keluarga merupakan kebutuhan dasar manusia dan instrumen penting untuk membangun keluarga yang sakinah, mawarddah dan rahmah. Islam menempatkan pernikahan sebagai perjanjian yang kokoh.  Tujuannya agar mendapatkan keturunan yang berkualitas, karena keturunan yang berkualitas inilah yang bisa menjadi modal pembangunan,” ujar Peneliti Bidang Studi Rumah Tangga dan Keluarga Najib.SE.MM.

Menurut Najib, kebahagian dunia akhirat merupakan idaman bagi semua umat manusia. “Akankah kita termasuk orang-orang yang bisa menikmati kebahagian dimaksud?  Ternyata untuk mencapai suatu kebahagian di butuhkan persyaratan tertentu, di antaranya adalah sumber daya manusia yang berkualitas yang di dapat dari usaha/ikhtiar manusia dengan dibarengi do’a kepada Sang Pencipta melalui sebuah keluarga, Islam melarang meninggalkan keturunan/anak-anak yang lemahyang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka,” paparnya.
                
 Najib menerangkan, Pembangunan dalam arti luas sangat di pengaruhi oleh faktor demografi yang meliputi antara lain, fertilitas (kelahiran), moralitas (kematian) dan migrasi (perpindahan), semuanya itu perlu mendapatkan perhatian semua pihak termasuk tokoh Agama dan pesantren, bahkan MUI sebagai Ahli Waris para Nabi, ikut aktif dalam ikhtiar membangun untuk kebaikan umatnya. 

Peningkatan pembangunan tidak akan berarti bila tidak di ikuti dengan penekanan laju pertumbuhan penduduk semakin besar jumlah penduduk maka semakin banyak resources yang harus tersedia, sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, ekonomi, transportasi, daya dukung lingkungan keamanan dan sebagainya. 
Apabila pertumbuhan penduduk tidak terkendali, dapat mengakibatkan timbulnya berbagai masalah : Sosial, Ekonomi, Budaya dan lain-lain.. Hasil sensus penduduk 2010, Jawa Tengah penduduk mencapai 32.380.687.jiwa, sedangkan luas lahan pertanian tidak tambah tetapi malah semakin menyusut karena untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang lain (rmah tinggal, pasar, pertokoan, perkantoran dan sebagainya).

Teori Thomas Robert Malthus mengatakan “Pertambahan penduduk mengikuti deret ukur, pertambahan bahan mengikuti deret hitung” artinya laju pertumbuhan makanan jauh lebih lambat di bandingkan dengan laju pertambahan penduduk, oleh sebab itu pertambahan perlu di kendalikan, terang Najib.
            
 Ditambahkan pula oleh Najib, bahwa Indek Pembangunan Manusia Indonesia (HDI) bahwa  ada pada posisi 108 dari 177 negara, sedangkan Jawa Tengah pada ranking 16, ini artinya taraf hidup masyarakat Indonesia sebagian besar masih rendah, miskin, bodoh dan sakit-sakitan. 

Di Jawa Tengah kelahiran/TFR 2,3 (SDKI 2007), kondisi ini membutuhkan perencanaan yang baik dan komprehensif, di antaranya melalui peningkatan sosialisasi program kependudukan dan KB, baik melalui jalur formal, maupun non formal. Diikuti perencanaan secara berharap peningkatan SDM, terutama kalangan generasi muda dan berbagai sarana-prasarana penduduk, agar program kependudukan dan KB dapat berjalan dengan baik, papar Najib.
                 
KB adalah ikhtiar manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga, dilakukan dengan cara yang tidak melawan hukum agama, UU Negara dan Pancasila, demi untuk mencapai kesejahteraan keluarga dan bangsa.  Islam membenarkan pelaksanaan KB untuk menjaga kesehatan Ibu dan Anak, sehingga orang tua dapat memberikan pendidikan kepada anak agar menjadi anak yang sehat, cerdas, dan shalih/shalihah.  Merencanakan keturunan dan keluarga yang berkualitas adalah kewajiban  dan tanggung jawab bersama anta
ra suami dan istri (Qs. Al-Nisa’9) 
               
Pelaksanaan KB termasuk KIE didasarkan atas kesadaran dan sukarela dengan mempertimbangkan Agama dan adat istiadat sesuai dengan cara insani/manusiawi, dengan cara pemakaian kontrasepsi yang tidak dipaksakan, dan tidak bertentangan dengan syariat serta disepakati oleh suami isteri.

Penggunaan IUD dalam KB dapat dibenarkan jika pemasangan dan pengontrolannya dilakukan oleh tenaga medis/paramedis wanita, atau jika terpaksa, didampingi oleh suami atau paramedis wanita.  Dengan harapan ber KB pengaturan kelahiran dapat terencana sehingga menjadi nilai tambah bagi Terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, demikian Najib menuturkan. (Yf)

SHARE :
CB Blogger

Poskan Komentar

 
Copyright © 2010 Sku Global Post. Tegas Jelas Akurat
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda