GuidePedia


Gresik, Global Post 
Sejumlah kejadian mewarnai ujian nasional (UN) SMA sederajat di Kabupaten Gresik pada hari pertama Senin lalu. Tercatat, ada 16 siswa yang tidak mengikuti UN. Rincianya, 12 siswa madrasah aliyah (MA) dan empat siswa SMA. Ternyata ada di antara mereka yang memilih menikah dari pada mengikuti UN. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masih ada juga soal UN yang tertukar di sejumlah sekolah. Akibatnya, sejumlah siswa terlambat mengerjakan soal ujian, karena harus menunggu soal baru. Di MA Tarbiyatul Sibyan, ada empat di antaranya 20 soal mata pelajaran  (mapel) geografi yang masuk dalam sampul soal sosiologi, mapel gegrafi baru diujikan, Rabu (20/4).

Di sekolah lainya, soal biologi tertukar soal kimia, Mapel kimia juga baru diujikan hari Rabu yang sama. Akibatnya, sejumlah siswa harus menjalankan unas lebih lama. Sebab, mereka mesti menunggu soal cadangan.
      
 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Wanda Metini Heriej mengatakan, 16 siswa itu tidak mengikuti unas karena beberapa sebab. ”Ada yang sakit, ada juga yang  keluar sebelum UN,” jelas Wanda.
Masih ada lagi yang lebih unik, banyak siswa MA yang tidak mengikuti unas karena telah menikah terlebih dauluh,”Berdasarkan laporan yang masuk, siswa MA yang tidak ikut UN kebanyakan menikah,” katanya.
       
Mengenai tertukarnya naskah UN untuk jurusan IPA, menurut Wanda, semuanya telah diatasi. ”Berita acaranya sudah kami kirim  ke pihak-pihak terkait. Kesalahan memasukkan bukan terjadi pada panitia Kabupaten, tetapi provinsi,” jelasnya.
       
 Sementara itu, seorang siswa  sebuah SMA swasta di Gresik, karena terlibat kasus pidana dan ditahan di Surabaya. Meski khusus, dia tetap harus mengenakan seragam sekolah saat mengerjakan soal UN. Siswa berusia 19 tahun itu digiring ke ruang kepala seksi teknologi informasi polisi (Kasitipol) Polres Gresik sekitar pukul 08.00. Selama dia mengerjakan soal UN, ada empat petugas yang mengawasi.
      
 Pelajar tersebut ditahan karena terlibat kasus pengeroyokan. Dia ditahan di Mapolsek Tegalsari, Surabaya. Sejak Sabtu lalu dia dititipkan di Mapolres Gresik untuk mengikuti unas. Selama unas, penahanan siswa yang bernama Anshori itu dialihkan ke Mapolres Gresik. (Adi Sanjaya)
 
Top