GuidePedia



Nunukan, Global Post
Berbagai keluhan berdatangan dari para sejumlah petani di wilayah Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kaltim. Sebab, sejak beberapa kali musim tanam para petani di daerah tersebut mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk dari para pengecer, sehingga hasil tanaman padi dan palawija mereka merosot tajam.

Seperti yang dikatakan oleh salah seorang petani di Kecamatan Sebatik kepada wartawan bahwa selama ini mereka tidak pernah diberikan pupuk sesuai permintaan yang diajukan melalui RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) kepada pemerintah setempat. “Padahal, sudah lama disampaikan kepada KTNA (Kelompok Tani dan Nelayan Andalan) sebagai lembaga yang mampu menfasilitasi, ternyata sampai sekarang belum ada tindakan,” katanya
Salah seorang warga yang mohon agar jati dirinya dirahasiakan dalam pemberitaan ini mengatakan, dirinya bersama petani lain tidak tahu lagi harus berbuat apa dengan kelangkaan pupuk tersebut. “Kita mau buat apa lagi. Kita tidak tahu harus mengadu kemana masalah pupuk ini. Dari beberapa pengajuan

RDKK kelompok tani (Poktan),biasa meminta hingga seratus karung pupuk namun,yang terealisasi cuman 15-20 karung saja untuk semua anggota kelompok tani,” ujar warga.Padahal, kata warga,  ada 25 orang anggota kelompok tani (Poktan) dan memiliki luas lahan sekitar 43 hektar. “Seharusnya kami berhak kami berhak dapat 100 karung pupuk dengan rincian dua karung untuk satu hektar dengan harga Rp.100 ribu perkarung,” katanya.

Masjidil selaku Ketua KTNA Kecamatan Sebatik juga membenarkan jika pendistribusian pupuk kepada para kelompok tani di wilayah tersebut, dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami kendala. Kebutuhan pupuk belum bisa dipenuhi sesuai permintaan dalam rencana definitif kebutuhan kelompok. Sebab, lanjut Masjidil, dari 174 poktan yang terbentuk di Sebatik pihaknya sebagai distributor pupuk resmi harus melayani setiap musim tanam. “Di Sebatik cuma ada dua pengecer, yakni Mitra Tani dan Sinar Jaya,” terangnya.

Dia menambahkan bahwa: “Kalau berbicara soal ktna,saya sudah berusaha maksimal untuk memenuhi keluhan. Kalau atas nama distributor maka,pupuk langsung didistribusikan kepada pengecer kemudian pengecerlah yang langsung berhubungan dengan para petani.” (Tim)
 
Top