Headlines News :
Home » » Dampak Swakelola Dinas SDA Lebak Proyek Di Cimanyangrai Carut-Marut?

Dampak Swakelola Dinas SDA Lebak Proyek Di Cimanyangrai Carut-Marut?

Written By GLOBAL POST on Sabtu, 26 Maret 2011 | 02.50


Lebak, Global Post
 Belum setahun proyek pembangunan saluran irigasi di Daerah Irigasi (DI) Cimanyangray, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kondisinya kinisudah carut –marut. Dalam proyek yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lebak sebesar Rp. 142 .000.000,- tersebut, terlihat pada sejumlah bentangan fisiknya telah ambrol. ”Lihat saja kondisi fisiknya di lapangan, bentangan irigasi yang belum setahun dibangun itu, 

Pada beberapa ruas fisiknya seperti di Kampung Cijulang dan Kampung Cimadang Desa Cempaka, justeru telah menampakkan keretakan yang cukup parah, bahkan sebagian di antaranya dalam kondisi ambrol,” ujar Sopan Sopian, Sekretaris Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Benteng Asfirasi Rakyat (BARA), pada Global Post, pekan lalu, di Rangkasbitung 


Sejauh pengamatan Sopian, proyek tersebut bukan merupakan pekerjaan rekanan, akan tetapi terkesan hanya sebuah pekerjaan swakelola Dinas SDA Lebak. Padahal, imbuh Sopian, dampak dari adanya swakelola tersebut, jelas sangat merugikan anggaran rakyat, karena pada pelaksanaannya tidak saja lemah  dalam pengawasan, faktor penggunaan anggaran dan bestek pun  diaplikasikan secara semena-mena.

Karenannya, kata Sopian, meski telah dua kali diperbaiki, saluran DI Cimanyangrai tersebut kembali marak dengan retakan, bahkan sejumlah ruas lainnya kini telah ambrol. Terkesan, proyek DI Cimanyangrai hanya jadi proyek mubadzir dan mengambur-hamburkan anggaran belaka.

”Mubadzir, itu makna yang tersirat dari kegiatan DI Cimanyangrai, lalu kenapa persoalannya mesti ditutup-tupi leadership SDA, kalau toh pada akhirnya kebusukan itu akan tercium juga,” ujarnya.            

  Secara terpisah, Arji, salah satu pekerja  pada kegiatan DI Cimanyangrai, saat disambangii  mengaku bahwa dari kegiatan itu dirinya  baru dibayar pihak SDA  sebesar Rp.3000.000,-. Padahal, semestinya dia menerima sebesar Rp.7000.000,-

”Kalau saya kan, tugasnya hanya penyedia para pekerja, jika pekerjaan selesai dinas menjanjikan akan membayar penuh sebesar Rp.7000.000, akan tetapi hingga tahun berganti, uang yang dijanjikan baru diberikan Rp.3000.000,-,” ungkapnya.

Terkait carut-marutnya proyek SDA tersebut, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lebak, H Wahab Rahmat BE, hingga berita ini diturunkan, sulit dihubungi, sehingga belum dapat dimintai komentarnya. ”Pak kadis sedang tak ada diruang kerjanya pak, coba bapak datang lagi lain waktu,” jelas staf di instansi tersebut. ( Heryanto)
Share this post :

Poskan Komentar

 
Copyright © 2009. Sku Global Post Redaksi Tegas
Akurat |Jelas