Global Post Terkini:
Selamat Datang di website www.skuglobalpost.com Diberitahukan Kepada Seluruh Wartawan/i, SKU GLOBALPOST dapat mengirimkan berita /artikel pada setiap hari untuk di terbitkan di website Sku Global Post Online Terima Kasih Tertanda Pemimpin Redaksi MIM Holik

    Drs. H. Mudjadid Dulwathan, SH. MH. MBL : Saatnya Kapolda Metrojaya Tindak Oknum Polisi Nakal Bekingi Mafia Tanah

    Jakarta, Global Post
             
    Maraknya sengketa tanah membuat banyak pihak berpikir miring terhadap kinerja aparat penegak hukum, karena itu ada anggapan Kapolda Metro Jaya  belum mampu mengatasi kejahatan jabatan penyidik, Seperti halnya penyidik di Jakarta Timur yang berkerja untuk pihak pemakai sertifikat asli produk Badan Pertanahan Jakarta Timur No.393 Duren Sawit Jakarta Timur.

    Obyek kasusnya dengan mengambil  lokasi tanah milik Sian bin Katu  berdasarkan girik 328 persil. 16 sawah seluas 117.3 meter dari luas 2067 meter dengan memalsukan  keterangan diatas akta jual beli no.1334/ jatinegara/ 1990 tanggal 18  Desember 1990  dengan memakai nomor girik 57 di Rt. 03 Rw. 06 Kelurahan  Pondok Kelapa  Jakarta Timur.

    Hal ini sesuai keterangan kedua lurah Duren Sawit dan lurah Pondok Kelapa Di penyidik Jakarta Timur. Sementara  Komisaris  Polisi  Kepala Satuan  Rererse  Jakarta Timur Aris Timang, S.Sos. Nrp.65100078 dan Brigadir Polisi Erick Darmawan, SH.  Memaksa  tanah pemilik  Sian bin Katu untuk diukur ulang dengan menyamakan luas tanah sertifikat asli palsu dengan petugas juru ukur tanah dari badan pertanahan tampa ijin pemilik tanah yang asli  dengan didampingi  Suparman pemakai sertifikat palsu  tanpa mengindahkan aturan hukum yang berlaku.

    Sehingga, kata Mudjadid terkesan Kapokres Jakarta Timur dapat bayaran dari pelapor. Karena penyidik Erick Darmawan mengaku perintah kapolres dan kanit serse dan bahkan dia tak mampu mengatakan apa yang terjadi Pada tanggal 22 Oktober 2014  Polres Jakarta Timur melayangkan surat panggilan no.s..pgl./4020/s.14/x/2014/reskrim kepada penghuni tanah Siam bin Katu tanggal 29 Oktober 2014  dengan alasan perkara tindak pidana penggelapan hak atar barang tidak bergerak yang terjadi  pada hari selasa tanggal 24 Desember 2013 di jalan pengairan kali Buaran Rt. 006 Rw.014  Kelurahan  Duren Sawit  Jakarta Timur.

    “Logikanya apa ada tanah bisa digelapkan,” kata Mudjadid.  “Kapolda Metro Jaya wajib  bertanggung jawab atas kejahatan penyidik yang tidak profesional oleh aparat penegak hukum dibawahnya,” tegas Mudjadid menambahkan, selaku Ketua Umum Lembaga Perlindungan Hak Hak Asasi Manusia Independen di Indonesia  usai menerima pengaduan dari 22 orang penghuni tanah Sian Bin Sian yang merasa diteror polisi atas  pengaduan Suparman.

    Diuraikan Mudjadid, sejak tahun 1950 s/d sekarang  Sian bin Katu tidak pernah menjual tanahnya kepada Suparman dan pihak manapun  termasuk akhli waris tak pernah menjual tanah. Dan Badan Pertanahan tidak pernah membuat sertifikat ditanah tersebut.

    Hanya atas dasar data proyek nasional. Dan dalam penyidikan tidak pernah ada pemeriksaan kepada juru ukur yang tertera dalam surat ukur sertifikat, karena alamat tidak sesuai  fakta lapangan dan bukti surat dalam warkah. 

    “Sudah saatnya penyidik diusut oleh Irjen Polda demi nama baik Kapolda. Karena kasus pelmasuan sertifikat 393 Duren Sawit sudah pula ditangani kejahatan keras dengan tersangka Suparman atas laporan Niman bin Sian dengan penyidik  Agus Sinaga. Dan penyidik Jakarta  Timur wajib berkerja melindungi Sian bin Katu dan keluarganya,” ujar Mudjadid menghimbau. (Jer/Red)

    Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia untuk Perjuangan Kemanusian


    Oleh  Drs. H. Mudjadid Dulwathan, SH. MH. MBL. (Bagian Pertama)

    Tepatnya pada tanggal 10 Desember 1948 Majlis umum telah menetapkan atau memproklamasikan Deklarasi Universal Hak asasi manusia menurut ketentuan pada halaman berikut.

    Tindakan Historik berikut ini majlis telah menugaskan semua Negara-negara anggota untuk mempublikasikan deklarasi tersebut dan oleh karena itu disebarluaskan di pamerkan, di kampanyekan dan dijelaskan secara prinsip di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainya tanpa perbedaan yang mendasar atas status politik dari Negara peserta atau wilayah yang masuk dalam wilayah hukumnya.

    Bahwa pengabaian dan penghinaan terhadap hak asasi manusia telah mengakibatkan tindakan-tindakan keji yang membuat berang nurani manusia, dan terbentuknya suatu dunia dimana manusia akan menikmati kebebasan berbicara dan berkeyakinan, serta kebebasan dari ketakutan dan kekurangan telah dinyatakan sebagai aspirasi tertinggi manusia pada umumnya.

    Kemudian Bahwa sangat penting untuk malindungi hak asasi manusia dengan peraturan hukum supaya orang tidak akan terpaksa memilih jalan pemberontakan sebagai usaha terakhir menetang tirani dan penindasan.
    Bahwa sangat penting untuk memajukan hubungan persahabatan antar bangsa-bangsa.

    Bahwa bangsa-bangsa dari perserikatan Bangsa-bangsa dari dalam piagam PBB telah menegaskan kembali kepercayaan mareka terhadap hak asasi manusia yang mendasar, terhadap martabat dan nilai setiap manusia, dan terhadap persamaan hak laki-laki dan perempuan, dan telah mendorong kemajuan sosial dan standar kehidupan yang lebih baik dalam kebebasan yang lebih luas.

    Bahwa bekerja sama dengan perserikatan Bangsa-bangsa, Negara peserta telah berjanji mencapai kemajuan universal dalam penghormatan dan ketaatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar.
    Bahwa pemahaman yang sama tentang hak dan kebebasan ini sangat penting dalam untuk mewujudkan janji tersebut sepenuhnya.


    Oleh karena itu, dengan ini Majelis Umum memproklamirkan  Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

    Sebagai standar umum keberhasilan semua manusia dan semua bangsa dengan tujuan bahwa setiap individu dan setiap organ masyarakat, dengan senantiasa mengingat Deklarasi ini, akan berusaha melalui cara pengajaran dan pendidikan untuk memajukan penghormatan terhadap hak dan kebebasan ini, dan melalui upaya-upaya yang progresif baik secara nasional dan internasional, menjamin pengakuan dan ketaatan yang universal dan efektif, baik oleh rakyat Negara pederta maupun rakyat yang berada di dalam wilayah yang masuk dalam wilayah hukumnya.

    Pasal.1 : Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikarunia akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan.


    Pasal.2 : Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam Deklarasi ini tanpa pembedaan dalam bentuk apapun, seprti ras ,warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, keyakinan politik atau keyakinan lainya, asal usul kebangsaan dan sosial, hak milik, kelahiran atau status lainya.
    Selanjutnya pembedaan tidak dapat dilakukan atas dasar status politik, hukum atau status internasional Negara atau wilayah dari mana seseorang berasal, baik dari Negara merdeka, wilayah perwakilan, wilayah tanpa pemerintahan sendiri, atau wilayah yang berada dibawah batas kedaulatan lainya.


    Pasal.3 : Setiap orang berhak atas kehidupan, kemerdekaan dan keamanan pribadi.

    Pasal.4 : Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan,  perbudakan  dan perdagangan budak dalam bentuk apapun wajib dilarang.

    Pasal.5 : Tidak seorang pun boleh, disiksa atau diperlakukan atau dihukum secara keji, tidak manusiawi atau marendahkan martabat.

    Pasal.6 : Setiap orang berhak atas pengakuan sebagai pribadi di depan hukum dimana saja ia berada.
                                                           
    Pasal.7 : Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apapun. Semua orang berhak untuk mendapatkan perlindungan yang sama terhadap diskriminasi apapun yang melanggar Deklarasi ini dan terhadap segala hasutan untuk melakukan diskriminasi tersebut.

    Pasal.8 : Setiap orang berhak atas penyelesaian yang efektif oleh peradilan nasional yang kompeten, terhadap tindakan-tindakan yang melanggar hak mendasar yang diberikan padanya oleh konstitusi atau oleh hukum.

    Pasal.9 : Tidak seorang pun yang dapat ditangkap, ditahan atau diasingkan secara sewenang-wenang.

    Pasal. 10 : Setiap orang berhak, dalam persamaan yang penuh, atas pemeriksaan yang adil dan terbuka oleh peradilan yang bebas dan tidak memihak, dalam penentuan atas hak dan kewajibanya serta dalam setiap tuduhan pidana terhadapnya.

    Pasal.11 : (1) setiap orang yang di tuduh melakukan tindak pidana berhak untuk   dianggap tidak bersalah sampai di buktikan kesalahanya sesuai dengan hukum, dalam pengadilan yang terbuka, dimana ia memproleh semua jaminan yang dibutuhkan untuk pembelaanya.
    (2)  Tidak seorang pun dapat dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana karena perbuatan atau kelalaian, yang bukan merupakan pelanggaran pidana berdasarkan hukum nasional atau internasional ketika perbuatan tersebut dilakukan, juga tidak boleh dijatuhkan hukuman yang lebih berat dari pada hukuman yang berlaku pada saat pelanggaran dilakukan.

    Pasal. 12 : Tidak seorang pun bole diganggu secara sewenag-wenang dalam urusan pribadi, keluarga, rumah tangga atau hubungan surat menyurat, juga tidak boleh dilakukan serangan terhadap kehormatan dan reputasinya. Setiap orang berhak mendapat perlindungan hokum terhadap gangguan atau penyerangan seperti itu.

    Pasal. 13 : Setiap orang berhak untuk bebas bergerak dan bertempat tinggal dalam batas-batas setiap Negara. Setiap orang berhak untuk meninggalkan negaranya termasuk negaranya sendiri, dan kembali kenegaranya.

    Pasal.14 : (1)  Setiap orang berhak untuk mencari dan menikmati suaka di Negara lain untuk menghindari.
    (2)   Hak ini tidak berlaku dalam kasus-kasus penuntutan yang benar-benar timbul karena kejahatan non-politik atau tindakan-tindakan yang bertentangan dengan tujuan dan perinsip perserikatan Bangsa-bangsa.  

    Pasal. 15 : (1) Setiap orang berhak atas kewarganegaraan. (2) Tidak seorang pun dapat di cabut kewarganegaraanya secara sewenang-wenang atau di tolak haknya untuk mengubah kewarganegaraanya. Penulis adalah ; Widyaiswara –Dosen Pengajar-Fasilisator-Instruktur -Pada Pusat Pelatihan Pegawai Negeri Sipil dan Pengembangan Potensi  Bela Negara  Pertahanan Nasional -TNI-POLRI Serta untuk  Advokat penegak hukum dan Wartawan Berkerjasama dengan Harian Umum Global Post melalui Media on line Internet Sedunia.

    Salah Pilih Menteri, Legitimasi Jokowi Taruhannya

    Jakarta, Global Post
    Pembentukan kabinet bersih dan profesional merupakan batu ujian utama dari integritas kepemimpinan dan legitimasi politik Presiden Jokowi. Batalnya Jokowi mengumumkan nama-nama menterinya di Tanjung Priok, Rabu (22/10) lalu, menimbulkan isu adanya intervensi dari elite parpol pendukung Jokowi dalam susunan kabinet.

    Jika masukan dari KPK tak diindahkan, legitimasi Jokowi di mata publik bisa tergerus. Hal itu jika Jokowi tetap memaksakan memasukan orang-orang yang mendapat tanda kuning atau merah oleh KPK.

    "Kemungkinan tergerusnya legitimasi Jokowi bertambah ketika beredar isu bahwa Jokowi memakai nama-nama lama dan bukan profesional terbaik di bidangnya," demikian dikatakan Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Raja Juli Antoni, Jumat (24/10).

    Dia menyayangkan munculnya nama Wiranto sebagai kandidat menteri Jokowi. Dia menilai Wiranto terlalu senior. Selain itu Ryamizard Ryacudu yang disebut-sebut bakal menjadi menteri pertahanan juga terlalu kaku dalam berkomunikasi.

    "Padahal ada beberapa nama, profesional muda seperti Andi Widjajanto, Rizal Sukma atau Jaleswari Pramoedhawardani, yang selama ini sudah berada di sekeliling Jokowi," jelasnya.

    Dia menilai munculnya nama Retno Marsudi sebagai menteri luar negeri sebagai titipan dari elite pendukung Jokowi. Padahal tantangan Kemenlu ke depan bakal lebih berat dan banyak tokoh yang lebih mumpuni.

    "Bila melihat kompleksitas reformasi internal yang dihadapi Kemenlu serta tantangan ke depan (Kemenlu sebagai marketing ekonomi Indonesia) Jokowi mestinya bisa memilih calon menteri dari pejabat non-karir seperti Rizal Sukma, Direktur Eksekutif CSIS atau Hikmahanto Juwana (guru besar UI)," bebernya.

    Pembentukan kabinet juga, kata dia, perlu memperhatikan aspek struktur sosiologis-kultural bangsa Indonesia. Kelompok minoritas mesti diakomodasi di kabinet. Begitu pula NU dan Muhammadiyah sebagai ormas terbesar di Indonesia mesti diakomodasi di jajaran kabinet.

    Jokowi memerlukan dukungan politik dari kedua ormas itu, terutama dalam konteks Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia. Sekaligus guna melibatkan dukungan kedua ormas itu dalam menangkal gerakan Islam radikal yang potensial merusak sendi-sendi kebangsaan Indonesia sebagai negara plural berbasiskan Pancasila.

    Industri Kreatif Jadi Senjata Genjot Ekonomi Negara Maju

    Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) menghilangkan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam kabinetnya mendatang. Hal tersebut terlihat dari beredarnya susunan kabinet yang diumumkan Jokowi-JK pada Minggu (26/10) kemarin di mana Kementerian Ekonomi Kreatif akan berubah hanya menjadi badan.
    Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai pengembangan ekonomi kreatif di negara-negara seperti China, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang dan Inggris telah menjadi prioritas utama. Hal tersebut ditandai dengan semakin besarnya dana yang digelontorkan dalam industri ini.

    Budyarto menjelaskan, negara-negara tersebut telah mengembangkan ekonomi kreatif sebagai alat ketahanan nasional seperti China mengurangi infiltrasi budaya asing dengan mewajibkan tayang animasi dan sinetron lokal. Kemudian, di negara tersebut, ekonomi kreatif juga sebagai brand maker yakni ujung tombak yang bisa menggerakkan sektor ekonomi lainnya.

    Dia mencontohkan budaya KPOP Korea dimanfaatkan oleh Samsung, Hyundai; Anime dimanfaatkan consumer brand Japan; Animasi dimanfatkan dalam budaya dan produk dagang Malaysia.
    "Jadi, jika Indonesia menghapuskan Kementerian ekonomi kreatif, ini merupakan langkah mundur," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/10).

    Pihaknya menyesalkan apabila rencana pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam struktur kabinet baru dihilangkan, karena ini dikuatirkan menjadi bukti berubahnya komitmen terhadap Ekonomi Kreatif yang potensinya sangat besar.

    Dalam hubungan itu, Kadin Indonesia tetap mengusulkan agar Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi JK tetap membentuk Kementerian Ekonomi Kreatif, karena bentuk Kementerian 'khusus' Ekonomi Kreatif merupakan solusi dan terobosan untuk membesarkan ekonomi kreatif dalam waktu cepat, dengan ditunjang alokasi SDM dan anggaran yang memadai yang mampu mensinergikan potensi sekaligus meniadakan hambatan yang ada.

    Pemerintah, lanjut Budyarto, bila hanya membentuk Badan, dikuatirkan SDM dan anggaran yang dialokasikan bahkan akan lebih kecil dan lebih tidak kompeten dibandingkan ketika Ekonomi Kreatif digabungkan dengan Pariwisata dalam suatu kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dikuatirkan portofolio baru dalam bentuk badan, hanya akan diisi oleh SDM yang tidak pas dan tidak kompeten dengan alokasi anggaran yang minimal, yang hanya cukup untuk belanja pegawai dan biaya rutin saja.

    "Kita harapkan, jangan sampai Kementerian Ekonomi Kreatif malah diturunkan derajatnya hanya berbentuk Badan, yang nantinya akan dianggap bidang yang kurang penting atau kalah penting dibandingkan pariwisata atau bidang lain," tambah Budyarto.

    Sementara ditempat terpisah, salah satu praktisi hukum dan dosen Widya Iswara Kementerian Perdagangan RI, Drs. Mudjadid Dulwathan menekankan kepada presiden Jokowidodo dan Jusuf Kalla untuk menyeto uang Remonisasi. “Stop uang Remonnisasi  dan alihkan jadi gaji tunjangan tetap penjabat pegawai negeri. Karena  guru dan dosen serta widyiswara pejabat fungsional berkerja atas dasar  kewajibannya melakukan pembelajaran dan pelatihan serta memberi fasilsator dan transper ilmu untuk kebutuhan ilmu dan pengetahuan perlu biaya penelitian dan riset, tiap saat dalam mengejar kekurangan ilmu pengetahuan yang sudah dan akan diberikan kepada perserta didik,” katanya.

    Jadi, kata Mudjadid, tidak mungkin seorang pengajar atau guru atau widyaiswara dan pelatih  dapat berkerja seperti pegawai struktur dikantor dengan absen pakai komputer. Karena kebanyakan pengajar dan dosen serta widya iswara mencari tambahan ilmu untuk wawasan  karirnya melalui seminar dan memasuki organisasi profesional  yang punya akses pengetahuan.

    Hampir 80% para dosen widyaiswara dan guru  seluruh indonesia tidak menikmati uang remonisasi  seluruh  Indonesia, kecuali gaji dan uang jabatan guru Rp. 800.000 s/d 1.200.000 dan itu seharusmya menerima uang remonisasi menurut  tingkat golongan ruang mulai 15 juta s/d 20 juta tiap orang. Karena gara gara dikaitkan dengan jam absen masuk kantor tanpa melihat kewajiban  mengajar dan meneliti akhirnya seorang pengajar hanya dapat gaji 5 juta sebulan. Akhirnya hak itu raib dimainkan oknum tertentu yang tak jalas hutan rimbanya uang sejumlah triliuanan rupiah tiap tahun.

    “Komisi pemberantas korupsi wajib mengusut kasus ini, apalagi menyangkut penempatan orang-orang keuangan dan pejabat pembuat komitmen  pengelola uang negara melibatkan pejabat anggaran kementirian keuangan  dan  dianggaran. Dalam pengamatan kami saat ini seorang dosen widyaiswara dan guru tidak dapat banyak bicara memperjuangkan hak hak yang tertindas karena tidak siap menghadapi masalah sosial dan lingkungan secara phsykologi  seakan-akan terancam administrasi karena tidak ngerti hukum administrasi negara,” Kata Mudjadid yang mengaku spesialis hukum administrasi negara.

    Dirinya menghimbau kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk meninjau anggaran dan tekhnis remonisasi agar jauh dari tikus tikus korupsi. Karena uang remonisasi adalah uang  pendidikan dan pelatihan pegawai negeri yang saat ini banyak direkayasa pemakaian keuangannya dengan istilah paket hilang hak-hak peserta dan pengajar dan pihak pengawas tutup mata mungkin terlibat korupsi, demikian dikatakan Mudjadid Kepala Global Post, Jumat  (24/10) siang.

    Jokowido dan Yusuf Kalla  jangan membuat Kabinet  lari dari  hukum internasional, karena Indonesia memiiki konstitusi Undang Undang Dasar 1945 dan telah meratifikasi  Word  Trade Organisation  tanggal 15 April 1994 tentang  Undang Undang No.7 Tahun 1994  perdagangan Dunia International  dan  sekarang telah memilikiki  Undang Undang No.7 Tahun  2014  untuk dasar penentuan kebijaksanaan ekonomi Indonesia kedepan.

    Jadi Jokowidodo dan Yusuf Kalla, tambah Mudjadid, jangan mengacak-ngacak strukur Kementerian Perdagangan  dengan menggabungkan Kementerian Perdagangan  dengan kementerian lain atau perindustrian. “Ingat Jusuf Kalla gagal menjadi Menteri Perdagangan dan juga Luhut Penjaitan. Saat ini Kementerian Perdagangan berhasil berkat dua Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan Sekretaris Jenderalnya menata Kementerian Perdagangan masing-masing Eselon. Dirjen Perdagangan Luar Negeri/ staf akhli yaitu. Partogi Pangribuan dan juga ditunjang Gunaryo,SH dan Karyanto Syukri selaku Irjen,” katanya.

    Maka dalam penyusunan kabinet baru ini, kata mantan Presiden Partai Amanat Pejuang Reformasi  Republik Indonesia ini, Jangan Sampai Jokowi dan Yusuf Kalla  menghancurkan landasan hukum kementerian yang telah jalan seperti Menpan, Mendikbud dan Kementerian Perdagangan. “Dan jangan digabung dengan koperasi dan industri karena lain kamar dan lain  subtansinya. Saya yakin DPR, KPK dan Presiden Jokowidodo-Jusuf Kalla mengerti kegagalan masa lalu. Dalam satu atap banyak perang kepentingan,” demikian pungkas Mudjadid Dulwathan menutup perbincangannya. (Jeri/gib/bim/merdeka)

    Berita Photo : Kunjungan Redaksi Global Post Ke Daerah


    Tampak Pimpinan Umum SKU Global Post (Kanan) Jerialita Restiana selaku Sekretaris Redaksi (Tengah) dan Mim Holik, Pemimpin Redaksi SKU Global Post berkunjung menikmati indahnya Pemandangan wisata laut Pantai Panjang, Provinsi Bengkulu, Sabtu (1/11).


    Kunjungan Crew Redaksi SKU Global Post ke Benteng Malboro, dimana tempat Bung Karno diasingkan oleh kolonial Inggris, tepatnya di Kota Bengkulu. Tampak dari sebelah kiri ke kanan ; Susi Kelana Jaya (Wartawati), Jerialita Restiana (Sekretaris Redaksi), Mim Holik (Pemimpin Redaksi), H. Hasan (Pemimpin Umum sekaligus Dirut PT. Global Presss) yang dipandu oleh Usmady Dianto (Korwil Wartawan Prov. Bengkulu)


    Crew Redaksi Global Post sesaat usai memasuki Ruang Introgasi Presiden Pertama RI Ir. Soekarno pada salah satu ruangan yang ada di Benteng Malboro



    Kunjungan Wisata crew Global Post menikmati indahnya Panorama Alam Perkebunan Teh di salah satu Pegunungan di Kec. Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Prov. Bengkulu Jum’at (31/11).


    Tampak Mim Holik, Pemimpin Redaksi SKU Global Post tengah menikmati pemandangan dinginnya kebunt Teh milik PT. Sarana Mandiri Mukti desa Air Sempiang, Kec. Kabawetan Kab. Kepahiang, Bengkulu.


    H. Hasan, Pimpinan Umum SKU Global Post (kanan) bersama Mim Holik, Pimpinan Redaksi SKU Global Post foto bersama di salah satu ruang rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Minggu (2/11/2014). 



    Tampak dari sebelah kiri ke kanan, Basuki s. Rahardjo, wakil Kepala Perwakilan Prov. Bengkulu bersma Mim Holik (Pimred), H. Hasan (PU) dan Susi Kelana Jaya (wartawati)



    Tabot Identik Peringati Pesta kematian padang Karbala


    Tampak Jerialita Restiana, Sekretaris Redaksi Global Post saat berkunjung pada pesta Festival Perayaan Tabot 2014. (Foto: Red)

    Bengkulu, Global Post
    Ada yang rutin ditemukan pada ‘khazanah’ tradisi di Indonesia selama mengisi sepuluh hari bulan Muharram. Beberapa perhelatan massal kerap ditemui rutin di beberapa kota besar. Acara yang digelar tiap tahunnya ini diikuti oleh hampir sebagian besar umat muslim, baik di perkotaan maupun di pelosok dengan usungan tradisi yang berbeda-beda nama. Sebut saja dua macam yang mewakilinya, yaitu perayaan Tabot di Bengkulu dan perayaan Tabuik di Padang, Sumatera Barat.

    Dua jenis tradisi ini sangat dikenal di masyarakat dan selalu menyedot antusias masyarakat. Uniknya, hal ini sudah dibakukan menjadi salah-satu ‘aset’ yang memiliki nilai daya-jual dalam mengundang minat para wisatawan agar bertandang ke daerah yang telah mencanangkan diri sebagai tujuan obyek wisata tersebut. Wajar bila instansi pemerintah yang terkait, juga ‘turun-tangan’ dalam program yang bisa mendongkrak popularitas budaya dan pariwisata daerahnya tersebut.

    Iven tahunan ini diharapkan agar pemerintah propinsi dan pemerintah kota Bengkulu ke depan bisa lebih berperan maksimal untuk menyukseskan agenda tahunan ini. Sehingga Festival yang akan datang diharapkan mampu untuk mengangkat khazanah budaya dan pariwisata di Bengkulu.

    Serupa dengan Bengkulu yang tengah bersiap mempercantik daerahnya sejak 2 tahun lalu, dimana perayaan Tabuik juga dikatakan selalu ‘laku’ dalam menarik minat masyarakat. Terbukti dari setiap tahunnya, perayaan bernuansa religi  ini tak pernah sepi dari kunjungan masyarakat. Konon, dahulunya perayaan yang sudah dimulai sejak tahun 1824 ini dilakukan oleh para pedagang Islam yang berasal dari Aceh, Bengkulu, India, bahkan negeri Arab.

    Selain itu, tabot juga sebagai tradisi adat yang diperkenalkan oleh para ahli bangunan yang saat itu bekerja dalam membangun  benteng Marlbourght di Bengkulu. Mereka juga disebut masyarakat Sipai, berasal dari daerah Madras dan Bengali. Dari sebagian mereka yang ‘kerasan’ berkehidupan di Bengkulu lah tradisi perayaan Tabot bermula.

    Kata ‘Tabot’ berasal dari bahasa Arab yang berarti sebuah kotak atau peti. Seperti tertera keterangan di surat al-Baqarah di ayat ke-248 bahwa tabut adalah sebuah peti yang berisikan kitab Taurat yang dapat membawa ketenangan kepada kaum nabi Musa as yaitu bani Israil. Kala itu bani Israil sangat mempercayai bahwa tabut akan mampu memberikan kebaikan selama berada di kekuasaan pemimpin mereka, namun bila tabut itu raib, maka kegoncangan dan bala-bencanapun diyakini akan menimpa kehidupan mereka. Oleh karena itulah, mereka amat menjaga tabut ini dan menjadikannya sebuah ritual hingga kini.

    Di setiap perayaannya, jumlah tabut yang diusung tak hanya satu, namun bisa mencapai puluhan yang biasanya terdiri dari belasan peti yang dianggap sakral dan puluhan peti yang dikreasikan dengan bentuk bebas. Yang menjadi daya-pikatnya adalah kemasannya yang sangat attractive dan dibentuk sedemikian rupa dengan berbagai ornamen warna-warni yang amat mencolok-mata—membuat center-piece inipun disukai masyarakat yang tetap mengikutinya hingga perayaan berakhir.

    Selain itu, pengarakan tabut-tabut yang penuh kemeriahan inipun disandingkan dengan perayaan hari kematian Husain bin Ali bin Abi Thalib, salah-seorang cucu Rasulullah saw yang tewas pada 10 Muharram 681 M dalam menghadapi pasukan Ubaidullah bin Ziyad di daerah Padang Karbala, Irak.

    Diyakini oleh masyarakat Bengkulu yang aktif mengikuti perayaan ini bahwa perayaan Tabot memiliki ragam nilai, baik dari segi agama, sejarah, sosial, maupun budaya. Ditilik dari sudut agama katanya ritual ini merupakan ikut bersuka-citanya akan kehadiran bulan Muharram, selain itu menanamkan rasa cinta sekaligus duka-cita yang mendalam atas terbunuhnya Husain ra. Dari sudut sejarah, ia mengingatkan akan peristiwa Asyuro’ di Padang Karbala yang sangat menyayat hati dan mengundang kemurkaan.

    Sementara jika dilihat dari sisi sosial, perayaan Tabot dipercaya dapat menumbuhkan sikap kebersamaan serta rasa solidaritas yang tinggi. Dan untuk sisi budaya, ia merupakan aset kebanggaan yang menjadi salah-satu ciri perkembangan tradisi di Bengkulu sejak ratusan tahun lalu.

    Ditinjau dari alasan itulah, maka kegiatan tahunan ini juga mendapat perhatian serius dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata propinsi Bengkulu. Seperti dikatakan salah satu tokoh masyarakat Kota Bengkulu bahwa festival Tabot tersebut sudah mendapat dukungan lembaga pemerintah setempat yang salah-satu bentuk dukungannya adalah dengan penggalangan dari sudut promosi untuk disyiarkan melalui media massa, sehingga gaungnya semakin meluas.

    Dikatakannya pula bahwa perayaan Tabot menjadikan adanya ‘hubungan emosional’ dengan dunia internasional, yaitu Irak  dengan sejarah tragedi di Padang Karbalanya dan Iran dengan pesta Asyura’nya.

    Perayaan Tabuik atau Tabot
    Adapun ritual yang terdapat di dalam perayaan Tabuik di Sumatera Barat dan Tabot di Bengkulu ini diantaranya adalah upacara Maatam Panja yang dilaksanakan tanggal 7 Muharram dan ditunaikan setelah sholat dzuhur. Ritual ini dikerjakan dengan mengitari sebuah daraga sambil menangis sebagai tanda duka-cita atas terbunuhnya Husein ra. Ada pula ritual Maarak Panja, yaitu pengarakan sebuah kubah yang terbuat dari bambu dan kertas, dimana kertas ini digambari jari-jari yang terputus, yang diseolahkan jari-jari Husein ra yang telah dipotong pada peristiwa Karbala. Kubah tersebut akan diarak mengelilingi kampung dan mengisyaratkan kesedihan akan tewasnya cucu Rasulullah tersebut. Kemudian di keesokkan harinya ada ritual Maarak Sorban, yaitu pengarakan yang menggambarkan peristiwa kepala Husein ra yang telah dipenggal dan juga memperlihatkan kekejaman Yazid bin Muawwiyah.

    Sedianya, bangunan-bangunan bambu tersebut diusung hingga ke laut untuk dihanyutkan di hari terakhir yaitu hari ke-10 Muharram, bertepatan ketika waktu adzan maghrib dikumandangkan. Perhelatan ini tentu saja selalu membuat suasana kota ‘tanduk kerbau’ itu menjadi ramai bahkan padat karena kunjungan. Momen ini juga dimanfaatkan sebagian besar pedagang untuk menjajakan barang dagangan yang mereka peroleh laba karenanya.

    Para pedagang tampak bersemangat atas hasilnya yang lumayan karena padatnya pengunjung, sehingga merasa adanya ‘berkah’ dari perayaan ini. Apalagi ritual terakhir Hoyak Tabuik yang sisa-sisanya menjadi obyek rebutan massa karena dianggap dapat mendatangkan berkah dan bisa dijadikan ‘penglaris’. Dari sisi lain, salah-seorang tokoh masyarakat kota Pariaman menyatakan bahwa perayaan Tabuik merupakan salah-satu tradisi kebanggaan untuk masyarakatnya, bahkan dikatakannya pula bahwa tradisi tersebut telah menjadi alat pemersatu bagi masyarakat daerah tersebut sehingga dibuat komitmen agar tradisi perayaan Tabuik sejatinya akan terus langgeng.

    Pesta Asyura’

    Hari Asyura’ merupakan hari dimana dahulunya Allah Ta’ala telah menyelamatkan nabi Musa as dari kejaran Fir’aun beserta bala-tentaranya. Sebagai rasa syukurnya, nabi Musa as melakukan shaum pada tanggal tersebut, yaitu 10 Muharram. Mengenai perihal ini, terdapat satu hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra, yang artinya lebih kurang ; sewaktu Rasululloh saw tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi shaum pada hari Asyura’. Lalu beliau bertanya, “Apakah ini?” Mereka menjawab, “Hari ini adalah hari yang baik, hari yang Allah telah selamatkan bani Israil dari musuh mereka. Kemudian, nabi Musa shaum. Lalu Rasululloh saw bersabda, “Aku lebih berhak terhadap nabi Musa dari kalian (orang Yahudi)”. Kemudian, beliau shaum dan memerintahkan (para sahabat) supaya berpuasa pada hari tersebut.” (HR. Bukhari-Muslim).

    Disisi lain, Abu Qatadah menyebutkan bahwa Rasulullah saw juga bersabda, yang artinya, “Dan (dalam) shiyam hari Asyura’, aku berharap kepada Allah agar hal itu dapat menebus dosa dari tahun yang sebelumnya.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi). (Lik/Red/Ggl)

    Rangkaian Festival Tabot Memasuki Tahun Baru Islam di Bengkulu Cukup Meriah

    Bengkulu, Global Post
    Penyelenggaraan Festival Tabot dalam rangka memperingati Tewasnya Cucu Nabi Muhammad Saw, Amir Hussain, di medan pertempuran di Karbala (Irak) mendapat tempat khusus di hati masyarakat Provinsi Bengkulu. Hal ini terbukti dengan digelarnya pesta Tahunan Festival ini diselengarakan pada tanggal 1 sampai dengan 10 Muharram H (Kalender Arab) di kota Bengkulu.

    Festival Tabot ini berlangsung pada 25 Oktober - 03 November 2014 ini telah diselenggarakan secara tetap oleh masyarakat kota Bengkulu sejak abad 14. Masyarakat kota Bengkulu percaya bahwa apabila perayaan ini tidak mereka selenggarakan maka akan terjadi musibah atau bencana. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila perayaan Tabot ini penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal.

    Dalam Pelaksanakan Festival Tabot, ada beberapa peralatan dan perlengkapan yang harus dipersiapkan, diantaranya adalah Pembuatan Tabot, Kenduri dan Sesaji,  Perlengkapan Musik Tabot, Kelengkapan lainnya. Kebudayaan Tabot di Bengkulu dibawa dan diperkenalkan oleh pendakwah dari Punjab, India, tahun 1336 Masehi dan juga oleh pasukan Gurkha (tentara bayaran Inggris) tahun 1685. Festival tahunan ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat dan bahkan digemari wisatawan domestik dan mancanegara. Ratusan, bahkan ribuan orang tumpah-ruah di sepanjang jalan dan lapangan untuk menyaksikan berbagai tahapan prosesi menarik dalam acara tersebut.

    Puncak Peringatan Tabot tahun 2014 di Bengkulu terjadi pada Minggu (2/11) yang dirangkai dengan berbagai kegiatan dan penilaian dari panitia penyelenggara. Sementara puncak pelaksanaan itu diakhiri dengan serangkaian karnaval pada, Senin (3/11) yang melibatkan ribuan pengunjung dari dalam maupun luar masyarakat Provinsi Bengkulu, termasuk berbagai wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menyaksikan perayaan tabot dati dekat.

    Acara puncak kegiatan sekaligus penutupan Festival Tabot 2014 yang berlangsung di View Tower, atau yang lebih dikenal Lapangan Merdeka Kota Bengkulu cukup menyedot perhatian pengunjung. Bahkan berbagai atraksi kesenian daerah dan band turut meramaikan jalannya penilaian karya terbaik malam itu.

    Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Global Post di lapangan, puncak penutupan tabot diramaian dengan berbagai agenda, diantaranya ; tepat pukul  19.30 - 19.35 Wib dimulai dengan giat Pembukaan oleh MC sebagai penyelenggara, dalam hal ini Dinas Pariwisatan dan Budaya Provinsi  Bengkulu.

    Kemudian disusul dengan pembacaan Laporan Kepala dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu, yang diselingi dangan penampilan kesenian ikan-ikan. Gubernur Bengkulupun tak mau ketinggalan dalam iven akbar tersebut. Orang nomor sati di Provinsi Bengkulu ini tepat pukul 20.05 – 20.20 akhirnya tampil memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi kegiatan rangkaian pelaksanaan Festival Tabot 2014.

    Usai gubernur Bengkulu memberikan sambutan dan penutupan, acara dilanjutkan dengan penampilan tari Tabot dan pengumuman sekaligus pembagian hadiah bagi peserta. Acara diakhiri dengan penampilan atraksi musik dol dan pembacaan doa dan hiburan. (Bas/Ari/HD/Red)

    FPPB Gelar Aksi Teatrikal Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

    Bengkulu, Global Post 
    Aksi simpati kembali digelar Forum Pemuda Provinsi Bengkulu (FPPB) dalam rangka memperingati hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (HCPSN) Pada hari Rabu tanggal 05 November 2014, tepat Pukul 10.00 Wib di bundaran simpang lima Kota Bengkulu,  yang melibatkan FPPB dan masyarakat sekitar 180 orang, begitu juga dari kelompok Mahasiswa Univ, walhi setempat.

    Koordinator lapangan dalam aksi tersebut, Feri Van Delis juga selaku  Ketua FPPB,  yang beralamat di Jl. Museum Kelurahan Tanah Patah Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu.

    Awalnya massa kumpul di Masjid Jamik Kota Bengkulu, kemudian melakukan longmarch menuju bundaran Simpang Lima dikawasan Jl. Letjen Soeparpto Kota Bengkulu dan melakukan orasi, yang dibarengi pembagian selebaran yang berisi pernyataan sikap dan melakukan aksi tratrical.

    Tujuan digelarnya aksi simpatik tersebut dalam rengka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang bertepatan pada tanggal 05 Nopember 2014. Aksi tersebut tidak berlangsung lama, tepat pukul 10.30 wib massa meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan aksinya dengan audensi ke beberapa instansi diantaranya ke Kantor Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Badan Konservasi Sumber Daya Alam, DPRD Provinsi Bengkulu. Intinya kedatangan massa tersebut untuk mempertanyakan sudah sejauh mana keseriusan pemerintah dalam penanganan persoalan yang berkaitan dengan kawasan hutan Lindung. (Basuki SR)

    Peringatan Tahun Baru Islam 1436 H & Hut Ke-16 Korem 051

    Bekasi, Global Post
    Seluruh Prajurit dan PNS korem 051/Wkt menghadiri peringatan tahun baru Islam 1436H dan HUT ke-16 Korem 051/Wkt bertempat dilapangan apel Makorem 051/Wkt, Rabu (5/11/2014). Melalui tema yang bertuliskan ”Dengan Hikmah Tahun Baru Islam 1436H Dan HUT Ke-16 Korem 051/Wkt Kita Mantapkan Keimanan dan Ketaqwaan Sebagai Patriot Sejati, Profesional Dan Dicintai Rakyat.

    Dalam peringatan tahun baru Islam 1436H ini, bebarengan dengan HUT ke-16 Korem 051/Wkt Dipenghujung bulan Oktober tahun ini, ada dua peristiwa penting yang terjadi. Pertama, tanggal 25 Oktober adalah peringatan tahun baru islam 1436H. Yang kedua 29 Oktober adalah peringatan HUT ke-16 Korem 051/Wkt. Tapi peristiwa itu menjadi sangat istimewa karena baru kali ini ada perhelatan umat Islam yang dapat dibarengi dengan peringatan Hut Korem 051Wkt.

    Barangkali yang membedakan, jika tahun baru masehi disambut dengan gegap gempita kembang api, dan berbagai kegiatan masyarakat seperti bakar jangung, ikan, dan menyiapkan makanan sambil menunggu pergantian tahun. Maka tahun baru Islam diperingati dengan muhasabah diri, dzikir, dan tahmid. Menghitung-hitung amal perbuatan selama ini.

    Muhasabah diri teramat penting untuk seorang muslim. Agar jalan hidupnya terarah. Kata Hijrah memiliki pengertian meninggalkan atau perpindahan, yang dilakukan manusia baik secara fisik maupun non fisik. Arti Hijrah sebagaimana pemahaman tersebut, telah dicontohkan oleh Rasulullah bersama sahabat yaitu berpindah secara fisik dari kota Makkah ke Madinah. Secara non fisik, berhijrah adalah berpindahnya pola pikir, cara pandang,  gaya hidup dalam berperilaku agar sesuai dengan tuntutan syariat agama. Tujuan Hijrah untuk merealisasikan seluruh nilai kehidupan yang baik, sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

    Danrem 051/Wkt Kolonel Inf Rudianto mengatakan "Pada prinsipnya, semua refleksi historis, memiliki korelasi erat dengan upaya memaknai hari ulang tahun Korem 051/Wijayakarta dan peringatan Tahun Baru Islam 1436 H sebagai momentum penyegaran semangat, penggugah kesadaran atas peran yang kita sandang. Upaya konkretnya adalah dengan menanamkan dalam diri masing-masing Warga Korem 051/Wijayakarta tentang pemahaman dan kapabilitas personel. Setiap individu mengetahui, memahami dan melaksanakan sebaik mungkin tugas pokok masing-masing, dengan menunjukkan seluruh potensi kemampuan guna meraih prestasi atau kinerja terbaik.

    Diakhir acara pemberian santunan kepada sekitar 40 anak yatim piatu, dan juara lomba bola volly Persit. “Ini sebagai rasa syukur Korem 051/Wkt kepada Tuhan yang maha Pengasih dan diberikan untuk bisa memberikan kesejahteraan kepada Anak yatim, termasuk anggota Persit yang berprestasi,” ujar Danrem. (Penrem/Susi)

    Danrem 051/Wkt Dampingi Pangdam Jaya Kunker Di Unisma 45 Kota Bekasi

    Bekasi, Global Post
    Komandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf. Rudianto, mendampingi Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Agus Sutomo,SE. beserta rombongan saat tiba di Universitas Islam 45 Kota Bekasi, Senin (3/11). Kunjungan tersebut dalam rangka kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dengan jajaran Rektor dan Mahasiswa.

    Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo, SE mengajak generasi muda, termasuk para mahasiswa di Kota Bekasi, untuk berperan aktif menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. "Pemuda harus berani mengambil peluang sesuai peranan masing-masing menuju Indonesia Emas 2045, yakni kita menjadi negara yang kuat," kata Pangdam Jaya saat memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 150 mahasiswa.
    Mayjen TNI Agus Sutomo, SE menekankan, dengan peran serta generasi muda, Indonesia bisa menjadi negara besar yang disegani di mata internasional. Menurut dia, pembekalan seputar wawasan kebangsaan dan bela negara tersebut juga dimaksudkan untuk mempersiapkan kesigapan mahasiswa dalam mendukung Indonesia bermartabat.

    "Dalam kuliah umum, kami sampaikan informasi-informasi kekinian tentang negara ini. Ini merupakan cara kami mendidik generasi muda berkarakter," katanya. Ke depan, materi wawasan kebangsaan ini rencananya diberikan kepada siswa sejak dari tingkat SMP. "Untuk SMP, penyampaian materinya dilakukan di tingkat Danramil, sedangkan level SMA akan dilakukan oleh tingkatan Kodim," katanya.

    Rektor Unisma Kota Bekasi Nandang Najmul Munir menambahkan, pihaknya berencana menggenjot semangat kebangsaan dengan mengajarkan materi perjuangan, salah satunya dari pejuang setempat, KH Noer Alie. "Meski ikon salah satu pejuang di kota ini sudah ada, pada kenyataannya, semangat dan ajaran perjuangannya belum maksimal dilakukan," katanya.

    Menurut rencana, pada Januari 2015 digelar maulid kebangsaan yang akan menandai dimulainya penerapan dari penggalian ajaran-ajaran KH Noer Alie. (Penrem/Susi)

    Asda Kab. Bekasi Tutup TMMD Imbangan Ke-93 Th 2014 Di Desa Sumber Reja Pebayuran

    Bekasi, Global Post
    Pelaksanaan penutupan TMMD imbangan ke-93 yang dilakukan di Desa Sumber Reja, Kecamatan Pebayuran, Kab Bekasi (29/10), ditandai dengan upacara penutupan. Adapun yang bertindak sebagai inspektur upacara, Asda I Kab. Bekasi Herman. Kegiatan penutupan TMMD ini dihadiri Kakumdam jaya, Kajendam Jaya Asisten Kasdam jaya, Dandim 0509, Kapolres Kab Bekasi, Para camat, Ormas, Para kades serta Kasi Korem 051/Wkt, dan danramil jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi.

    Dengan mengusung Tema "Program TNI Manunggal Masuk Desa TNI Bersama-sama Polri, Kementerian LPNK, Pemda dan seluruh Komponen bangsa lainnya, kita Optimalkan pembangunan di Perdesaan Guna meningkatlkan Kesejahteraan Masysrakat.

    Amanat Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Agus Sutomo,SE yang dibacakan Asda I Kab Bekasi Herman, Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa ke 93 bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah yang bermuara tercipatnya keamanan di daerah. "Melalui kegiatan TMMD percepatan pembangunan di daerah dan membantu masyarakat," Itu semua, sudah menjadi komitmen pemerintah daerah dan TNI untuk meningkatkan pembangunan daerah dalam hal kesejahrteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0509/Kab BKS, Letkol Inf Zainul Bahar, dalam laporannya menyebutkan TMMD ke-93 di Kampung Kobak Cina Rt 8/4  Desa Sumber Reja Pebayuran berupa Pengecoran jalan volume 800x3 m. Setiap sasaran TMMD selalu membawa perubahan adanya peningkatan kehidupan sosial kemasyarakatan yang semakin maju, ungkapnya. (Penrem/Susi KJ)
     


    Copyright © 2009. Sku Global Post - Surat Kabar Umum | Tegas Jelas Akurat Redaksi | Menerima Artikel | Tulisan Kirim Via Email